Oleh: Heni Andriani

Mediaoposisi.com-Kita ketahui setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari Aids sedunia. Berbagai macam cara di gelar guna mengedukasi masyarakat akan bahaya Aids bagi kehidupan manusia. Penggunaan jarum suntik pada pemakai narkoba, bergonta ganti pasangan,gaya hidup tidak sehat,ibu hamil yang mengidap aids diklaim sebagai pemicu penularan virus yang membahayakan manusia ini.

Aids terjadi lantaran adanya infeksi yang dialami seseorang karena kerusakan sistem imun. Orang yang menderita aids tidak dapat melawan infeksi selayaknya virus influenza pada orang normal. (Tribun. Com) Para pengidap Hiv Aids rata -rata mayoritas usia produktif 20 - 40th dan dikatakan jumlah ini akan terus meningkat 2032.Berdasarkan survei yang dilakukan columbia university ditemukan bahwa seks yang tidak aman telah menjadi faktor resiko paling cepat berkembang untuk kesehatan, baik laki-laki maupun perempuan usia 15-19th (liputan6.com).

Berdasarkan data kemenkes RI jumlah pengidap Hiv aids tertinggi pertama adalah provinsi DKI Jakarta sekitar 55.099 orang sementara jumlah penderita HIV Aids yg mencapai 43.399orang sejak tahun 1987 hingga juni 2018 kemarin. (Tribun. Com) sementara untuk daerah sukabumi menurut komisi penanggulangan Aids(KPA)kabupaten sukabumi mencatat sebagai 998 orang merupakan gay lelaki seks lelaki(LSL).Disusul dari kalangan ibu rumah tangga sebanyak 144 orang dan peringkat ke tiga adalah PSK 100 kasus. (Sukabumiupdate. Com).

Liberalisme yang dihembuskan oleh barat ke negeri -negeri muslim menjadi faktor maraknya pergaulan bebas dan meningkatnya kemaksiatan di tengah -tengah masyarakat.Dengan prinsip bebas melakukan segala sesuatu tanpa batasan apapun terus menjangkiti masyarakat indonesia yang nota bene adalah mayoritas muslim. Gaya hidup hedonis menjadikan kebahagian dinilai dari materi semata bermegah-megah dan menyalurkan naluri seks pun semaunya salah satunya adalah gay dan ini jg menjadi pemicu meningkatnya HIV Aids.

Sampai saat ini penanggulangan agar tidak terkena virus Aids ini dengan penggunaan kondom dan gaya hidup sehat dll. Hanya bersifat temporal tidak menyentuh sampai ke akarnya padahal sesungguhnya yang menjadi masalahnya adalah sistem kapitalisme yang melahirkan gaya hidup liberal dan hedonis.

Islam sebagai agama yang agung telah memberikan solusi dari berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia yaitu dengan mengatur hubungan laki-laki dan perempuan untuk tidak melakukan perzinaan dab menetapkan sanksi bagi pelakunya (qs an nur :2),ini dimaksudkan untuk memelihara kesucian,kebersihan,dan kejelasan keturunan.Bandingkan dengan sistem demokrasi sekular yang memberikan kebebasan berperilaku, berhubungan homo seksualitas,lesbian dan lain -lain atas nama Hak asasi manusia yang pada akhirnya merajalela penyakit menular seks seperti HIV Aids.

Maka untuk mengatasi hal ini dengan mencampakkan aturan yang sudah jelas menyengsarakan manusia.Apalagi saat ini khususnya daerah sukabumi telah mencanangkan sebagai kota santri tentu saja yang diharapkan adalah masyarakatnya yang taat kepada Alloh dan berupaya melenyapkan berbagai celah-celah kemaksiatan agar terhindar dari HIV Aids yang mematikan.[MO/sr]

Posting Komentar