Oleh: Heni Andriani

Mediaoposisi.com-Gelombang manusia yang hadir pada acara reuni 212 yang digelar pada hari minggu kemarin di Monas telah membuka mata dunia bahwa ikatan yang terjalin adalah ikatan akidah semata.

Bagaimana tidak berbagai prediksi bahwa acara ini tidak akan bnyak dihadiri toh pada kenyataannya bisa menembus angka 13,4juta orang seperti yang disampaikan iwan piliang yang bersumber dari jumlah
telepon genggam peserta reuni akbar 212 yang didapat dari pusat operatornya masing -masing (MSC). (eramuslim. Com).

Masyarakat dari berbagai pelosok tanah air berduyun-duyun hadir dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan akat transportasi pribadi, charter angkot, menyewa bis,menggunakan kereta api booking pesawat bahkan ada yang menempuh jalan kaki seperti yang dilakukan 8 santri kuningan agar bisa hadir ke Monas reuni 212.Bahkan acara ini spiritnya menular pada kaum disabilitas yang tidak halangan untuk menghadirinya.

Beberapa artis pun tak ketinggalan untuk hadir kesana.intinya spirit keimanan dan ikatan akidah telah mempersatukan. Dari orang yang bergelimang harta sampai yang sederhana dari yang memiliki fisik sempurna hingga disabilitas dari pelosok desa hingga kota rela berkorban demi allah semata. Membela agama setelah beberapa bln Kemrin bendera tauhid dinistakan oleh orang yang tidak ingin islam bersatu.

Reuni akbar 212 ini tak ayal menuai pro dan kontra terutama bagi para pembenci umat islam untuk bersatu menuding adanya unsur politik terutama dari pengusung calon presiden no 2 dan ada pula ditumpangi ormas tertentu terkait bendera tetapi pada kenyataannya simbol bendera tauhid itu malah menjadi milik umat semata.

Menurut panitia reuni 212 dipastikan tidak ada yang membawa atribut kampanye partai hanya bendera merah putih dan bendera tauhid bila ada yg melanggar tak segan akan diamankan hal itu disampaikan Slamet Maarif dilansir dari Liputan 6.com.Reuni 212 juga dihadiri dari kalangan non muslim menunjukkan bahwa umat islam memahami arti toleransi dan semat radikal yang disematkan oleh mereka para pembenci justru dpat dipatahkan acara ini sangat damai bahkan para peserta aksi saling mengingatkan untuk tidak menginjak taman,tidak membuang sampah.Salam sapa dan senyum senantiasa di tebar kepada para aparat kepolisian.

Bendera tauhid yang sempat di bilang ormas tertentu justru saat acara menjadi milik umat,tidak ragu para peserta menggunakan syal, topi, pin, bros dan berbagai simbol tauhid. Sungguh mengagumkan simbol tauhid yg dinistakan menjadi pemersatu umat islam.

Oleh karena itu,umat islam harus mengambil pelajaran dari acara 212 kita ini adalah bersaudara dan jangan bercerai berai serta hilangkanlah faham -faham yang memecah belah persatuan yaitu ashobiyah.[MO/sr]

Posting Komentar