Oleh: Nasrudin Joha 

Mediaoposisi.com-Bisa dipastikan, aktivis HTI banyak yang ikut, turut hadir dan melebur bersama jutaan peserta aksi bela tauhid, reuni 212. Kenapa ? Sederhana saja, HTI itu ormas Islam, visinya melanjutkan kehidupan Islam. Sementara reuni 212 adalah aksi untuk membela bendera tauhid, bendera Islam dan kaum muslimin. Jadi tidak perlu menduga, jika dalam setiap aksi yang terkait dengan urusan Islam dan keumatan, HTI pasti ada dan terlibat.

Tapi dimanakah eksistensi HTI ? Bagaimana mengetahui keberadaan HTI dalam aksi bela tauhid reuni 212 ? Ini baru bukan persoalan mudah. Karena anggota HTI itu terikat dengan akidah Islam, bukan selembar kartu anggota yang sehari bisa dibuat, sehari bisa dimusnahkan. Jadi setiap ada simbol dan seruan tentang penetapan syariat Islam dan khilafah, disitu pasti ada HTI. 

Tetapi apakah semua yang memegang simbol Islam seperti bendera tauhid dan menyeru pada ajaran Islam itu semua anggota HTI ? Ini Persoalan lain. Dahulu, setiap pemegang bendera tauhid, Liwa Roya, pada mulanya hanya aktivis HTI. Namun seiring keberhasilannya dakwah pemikiran, politik dan tanpa kekerasan, hari ini kita saksikan bendera tauhid, Al Iiwa dan Ar Roya, sudah menjadi milik umat Islam. Yang mengibarkan bendera tauhid adalah umat Islam, termasuk HTI. Apa maknanya ? Umat telah menyadari eksistensi dirinya dan simbol agamanya, umat telah menerima dan mengagungkan bendera tauhid, bendera Rasulullah sebagai simbol kebanggaannya.

Sama saja, jika hari ini banyak orang yang membincangkan khilafah. Apakah semua itu aktivis HTI ? Tentu saja tidak. Yang menginginkan khilafah tentu umat Islam, yang menolak khilafah pasti orang kafir dan munafik. Sehinga, sulit menyimpulkan seseorang aktivis HTI hanya dari parameter diskursus khilafah. Apa maknanya ? Umat Islam telah menyadari, bahwa khilafah adalah ajaran Islam.

Apakah HTI menunggangi aksi bela tauhid 212 ? Kita perlu cermati. Jika maksud menunggangi, adalah mengambil benefit politik dari aksi baik untuk tujuan meningkatkan elektabilitas suara maupun dukung mendukung calon tertentu, dapat dipastikan itu tidak dilakukan HTI. Karena HTI telah secara tegas mengambil jalur perjuangan melalui dakwah dan berada diluar system, bersama-sama umat.

Namun, jika yang dimaksud 'menunggangi' adalah memaksimalkan ajang reuni dan silaturahmi untuk mendakwahkan Islam ? Tentu saja. Dahulu, hal ini juga dilakukan Nabi SAW yang memanfaatkan momentum musim haji untuk menyeru Bani-Bani yang datang ke Mekah, agar masuk Islam dan membela dakwah Nabi. Apakah ini menunggangi ? Jawabnya tidak, ini hanyalah menjalankan aktivitas dakwah sebagaimana dicontohkan Nabi.

Lantas jika ada tudingan HTI menunggangi sejumlah agenda-agenda keumatan, benarkah ? Jawabnya keliru, yang benar adalah bahwa HTI selalu berinteraksi dengan umat, melebur bersama umat, mendiskusikan Islam sebagai persoalan utama umat agar bangkit dari keterpurukannya. Jadi wajar saja HTI selalu hadir dalam setiap agenda keumatan. 

HTI sudah dicabut BHPnya, kenapa masih eksis dan tetap mampu berdakwah dan melebur bersama umat ? Jawabnya sederhana, yang menolak eksistensi HTI itu penguasa zalim, sedangkan umat merasa karib dan berbahagia bersahabat dengan HTI. Bahkan, umat adalah ibu kandung HTI, justru umat lah yang melindungi HTI dari kezaliman penguasa.

Lalu apa makna pencabutan BHP HTI ? Framing jahat yang menyebutnya sebagai ormas terlarang ? Jawabnya : tidak mengubah apapun, justru menjadikan HTI semakin kokoh, kuat, semakin melebur bersama umat, dan semakin lantang mendakwahkan Islam. Rezim ini telah keliru besar, mengambil keputusan mencabut status BHP HTI.

Adakah jalan bagi penguasa untuk memberangus HTI ? Pertanyaan ini cukup dengan jawaban : adakah Fir'aun mampu menekan Musa ? Adakah Namruz mampu membakar Ibrahim ? Adalah Yusuf menjadi terkurung dan hina dina akibat putusan yang dibuat berdasarkan tudingan ? Adakah Muhammad SAW, menghentikan dakwah hanya karena tudingan pemecah belah dan menebar fitnah ? Anda pasti tahu jawabannya.

Lantas benarkan ada HTI dalam aksi bela tauhid, reuni 212 ? Masih nanya. Ya iyalah, masak ya iya dong ? Makan duren ya dibelah, masak ya dibedong ? [MO/ge]

Posting Komentar