Oleh: Kartiara Rizkina Murni

Mediaoposisi.com-Masih belum bisa move on dari Reuni Akbar 212 yang dilaksanakan di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada ahad (2/12). Mengapa tidak, masih terngiang di ingatan kita betapa hebatnya Reuni Akbar 212 tahun ini. Dengan dihadiri jutaan umat islam dari seluruh daerah di Indonesia, aksi yang di lakukan berjalan dengan tertib, aman, dan damai sampai pada penghujung acara.

Selain pelaksanaannya yang berjalan baik, ada lagi berbagai kisah yang luar biasa menakjubkan sampai-sampai kita bisa menitihkan air mata, bukan air mata karena sedih melainkan bahagia bercampur haru sebab kisah-kisah ini membuat kita berpikir ‘oh jadi begini Islam yang sebenarnya’,  ‘waw islam itu indah banget ya’ dan lain sebagainya.

Rangkain kegiatan Reuni Akbar 212 diisi dengan kegiatan shalat tahajud dan shalat subuh berjamaah, doa bersama di lanjutkan dengan kegiatan lain seperti tausiyah, bershalawat, bahkan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

Peserta yang berhadir dari berbagai kalangan, tua,muda, anak-anak, orang dewasa. Masyarakat lokat maupun dari daerah lain yang rela menginfakkan uang mereka untuk datang ke reuni akbar 212, baik dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum bahkan ada yang berjalan kaki hingga ke monas.

Yang lebih mengaharukan lagi adalah para peserta yang memiliki cacat fisik seperti tidak ada kaki yang rela merangkak dalam mengikuti aksi, yang tangannya tidak sempurna namun bendera dan panji Rasulullah yaitu Liwa Rayah tetap ia bawa walau harus bersusah payah, yang tuna netra berjalan beriringan dengan memegang bahu temannya sembari di beri arahan oleh temannya yang bisa melihat. Orang tua renta yang hanya bisa duduk di atas kursi dan di bantu oleh keluarganya tetap semangat mengikuti aksi.

Selain itu banyak sejumlah peserta berinisiatif untuk membantu para peserta lainnya. Seperti membagikan makanan dan minuman gratis. Beragam makanan yang di bagikan oleh para perserta ada  yang memberi nasi uduk, ada yang memberi nasi bungkus, siomay, minuman mineral, dan juga permen. Terlihat juga petugas satpol pp ikut membantu membagikan air mineral gratis. Peserta aksi juga mengambil dengan tenang dan tidak berebut.

Kemudian memberikan cek layanan kesehatan gratis.  Di lansir dari tribunnews.com, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) memberikan cek layanan kesehatan gratis bagi peserta aksi reuni akbar 212, mulai dari cek gula darah, cek tensi, dan lainnya dan memberikan pijat gratis ketika lelah. Selain untuk cek kesehatan para peserta aksi juga di perbolehkan untuk beristirahat di posko-posko yang di sediakan.

Banyak terlihat dalam aksi 212 orang-orang yang membawa kantong plastik hitam dan menawarkan jasanya untuk menerima sampah-sampah dari peserta aksi dan juga membersihkan yang ada di lapangan monas. Bahkan tindakan ini ada juga di lakukan oleh beberapa komunitas yang berhadir. Kemudian bagaimana para peserta aksi menjaga lingkungan di lapangan monas untuk tidak merusak tanaman  dan tidak menginjak rumput, mereka saling mengingatkan untuk tidak berjalan di atas rumput.

ayo jangan di injak rumputnya” seru salah seorang peserta. ada juga yang menggunakan pengeras suara “ ingat jalannya di aspal jangan injak rumput” ada juga ibu-ibu yang meneriaki peserta yang menginjaki rumput “ mas-mas rumputnya mas, jangan di injak

aksi reuni akbar 212 menjadi berita hangat hingga ke manca negara, berita dari Palestina, Turki, Arab Saudi, Autralia, Filipina, Spanyol, Pakistan, Nigeria, Inggris, Prancis, Qatar, dan Malaysia. Hanya sangat di sayangkan di Indonesia hanya Tv One yang memberitakan reuni akbar 212, sementara media lain tampak tidak ada memberitakan.

Masya Allah, apa yang terlintas di pikiran ketika membaca berita di atas? Tentu saja perasaan takjub dan luar biasa bukan, dan saat melihat video-videonya yang beredar di media sosial. Dengan kegemerlapannya sampai-sampai 202 negara yang tergabung dalam The World Peace Committe sepakat menjadikan “212” sebagai hari ukhuwah dunia “Ukhuwah Day Of The World”.

“saya orang italia beragama katolik, begitu melihat video peristiwa 2 Desember 2018 di Jakarta, Indonesia, saya merinding dan bergetar”. Di sampaikan oleh Prof. Francesco, Sekjen The World Peace Committe.

Beginilah wajah yang sebenarnya dari Islam. Islam Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Bagaimana dengan banyaknya manusia dengan latar belakang yang berbeda, suku yang berbeda atau manhaj yang berbeda namun tetap satu dalam ikatan ukhuwah, dengan akidah yang sama, dan agama yang sama yaitu Islam.

Bendera ormas berbeda tetapi satu di bawah bendera dan panjinya Rasulullah Saw yaitu Al-Liwa dan Al-Rayah. Rasulullah Saw bersabda:

Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika di berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan akan tetap ada atas izin Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. 

Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang menggigit, ia juga ada atas izin Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudia ada kekuasaan (pemimpin) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah tetap ada. Lalu Dia kan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Selanjutnya akan ada kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam.” (HR. Imam Ahmad)

Jika saat ini kita berada di fase yang keempat maka akan ada kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Dan hadis Rasulullah ini sudah terlihat tanda-tandanya. Hal ini tampak bahwa umat islam Indonesia sudah mulai sadar dan cerdas akan sejatinya diri mereka yang satu dalam ikatan ukhuwah. 

Sebagai aspek yang sederhana namun kontrol sosial cukup tinggi, mencakup amal maaruf nahi mungkar. Menjaga keamanan dan ketertiban tak hanya bagi mereka yang islam saja juga pada yang non-islam. jika tanaman dan rumput saja bisa terjaga bagaimana pula dengan negara, sudah pasti tentu.

Jika ukhuwah kita sudah terjalin, maka tinggal sedikit lagi untuk menyadarkan umat fokus tujuan kita untuk menerapkan syariat Islam dan dapat mengidentifikasikan musuh yang sebenarnya serta kemana arah senjata umat islam akan di tembakan. Hingga mereka yang tidak menyukai islam gemetar dan ciut nyalinya, akan kehebaran Islam.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

artinya “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.

dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka senantiasa menyembah-Ku (samata-mata) dan tidak memperse-kutukan-Ku dengan sesuatu apapun, dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik” (QS An Nuur:55).[MO/ge]

Posting Komentar