Oleh : Anna Ummu Maryam
(Pemerhati Madia Dan Member Revowuter)

Mediaoposisi.com-Selalu hangat untuk dibicarakan,  tak habis cerita untuk luapkan perasaan haru dalam aksi 212 yang terjadi beberapa hari yang lalu.  Ribuan bahkan jutaan manusia berkumpul dengan satu rasa yaitu rasa bersatu dalam barisan islam.

Kisah luapan cinta agama dan persatuan ini dapat terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :

Abu Rafa mengaku rela menggunakan hak cuti tahunannya demi menghadiri Reuni Akbar 212 di Monas, Minggu 2 Desember 2018. Abu Rafa adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat.

"Saya cuti seminggu demi 212," ujarnya kala ditemui di Masjid Al-Ma'mur, Jalan KH Mas Mansyur Nomor 6, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu sore 1 Desember 2018 (Tempo.com 1/12/2018)

Bahtiar Syarifuddin (51), rela menabung selama setahun demi menghadiri Reuni Akbar 212 di Monas. Dia menyempatkan datang jauh-jauh dari Makassar. Bahtiar tidak sendiri. Dia datang bersama rombongan dan tiba di Jakarta pada Jumat malam (30/11).

Bahtiar mengaku, bahwa dirinya tidak ingin melewatkan momen yang menurutnya sangat bersejarah bagi umat Islam. Untuk itu, dirinya mempersiapkan jauh-jauh hari.

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan tekad salah satu peserta Reuni 212 hadir ke Monas. Seperti video yang diunggah dalam sebuah twitter @MSApunya memperlihatkan seorang pria bertopi yang merangkak menyusuri jalanan Jakarta demi menghadiri aksi 212. Dia dikabarkan dari Rangkas Bitung, Banten, menuju Jakarta dengan menumpangi kereta api.

sekelompok perempuan berpakaian ungu bercaping itu datang dari Ciamis, Jawa Barat. Mereka lengkap membawa sapu dan pengki untuk membantu membersihkan kawasan Monas usai acara reuni Akbar 212. Potret tersebut sempat diabadikan dan diunggah dalam sebuah akun twitter @putrabanten80.

Dalam reuni 212 yang berlangsung di Monas itu tampak seorang pria bertato yang turut membersihkan sampah. Dalam video yang diunggah pemilik akun twitter @_apktntaj_ memperlihatkan pria tersebut mengenakan kaus dan topi hitam. Berbekal plastik hitam, pria tersebut menyambangi para peserta aksi untuk memasukkan sampah ke dalam plastik yang dibawanya
(Kumparan.com 2/12/2018)

Panitia Reuni Akbar 212 menyatakan menyediakan tempat bagi peserta nonmuslim yang ingin hadir dalam acara reuni itu di Monas, Minggu 2 Desember 2018. "Kami sediakan tempat dan jangan takut," kata ketua Persaudaraan Alumni 212 yang menjadi Penanggung Jawab Reuni Akbar 212, Slamet Maarif, Sabtu 1 Desember 2018

Bersama sejumlah relawan mereka bahu-membahu memberikan nasi bungkus kepada peserta aksi sebagai pemulih tenaga. Para relawan dengan sigap memberikan nasi bungkus kepada para pengunjuk rasa yang lewat.

"Masak nasi bungkusnya tadi sebelum subuh, terus subuh kita langsung ke sini," tutur Rizky kepada awak media di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Dirinya mengaku membuat sekitar 200 nasi bungkus untuk dibagikan kepada para pengunjuk rasa. Dia menyediakan air mineral 16 kardus.
Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Mulyono (56) ia datang seorang diri bersama sepeda miliknya yang dihias sedemikian rupa dengan bendera merah putih pada aksi bela Islam jilid III.

"Saya asli Jawa Timur. Ke sini sendirian saja. Suka saja dengan aksi ini. Karena saya anggap tidak pantas mencampuri urusan orang lain," ucap Mulyono kepada awak media di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, kemarin

Dirinya terlihat membawa sebuah sound sistem mungil yang di pasang pada sepeda di bagian belakang. Lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar nyaring dari speaker tersebut.

Daarut Tauhid pimpina Ustaz Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Mereka memunguti sampah yang tertinggal di sekitaran lokasi aksi. Turut membanti Aa Gym dalam kegiatan gotong royong membersihkan Monas dari sampah.

"Ayo santri Daarut Tauhiid semuanya turun bersihkan sampah. Semua mengarah ke sumber suara ayo," seru Aa Gym.

Seketika kawasan Monas bersih dari sampah. 
Pemandangan mengagumkan juga terlihat ketika massa yang akan balik bertemu dengan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berjaga di sekitaran Balai Kota Jakarta.

Banyak peserta aksi yang bersalaman dan mengucapkan terima kasih kepada para anggota TNI. "Terima kasih pak sudah menjaga kami," ujar salah satu peserta aksi sambil menyalami anggota TNI satu per satu, Jumat (2/12).

Ini adalah sekelumit peristiwa yang sedikit dituliskan oleh beberapa media,  namun sebenarnya masih banyak kisah-kisah menakjubkan lainnya menuju aksi 212.

Bersatu Dalam Pelukan Iman
Apa yang terlihat oleh kita dalam aksi 212 ini adalah gambaran kesatuan kaum muslimin dalam membela panji Rasul. Rasa cinta yang memuncak seolah juga dirasa oleh para non muslim. Turutnya mereka dalam aksi ini dan partisipasi mereka dalam bentuk bantuan minuman yang mereka berikan di jalan-jalan adalah bukti bahwa Islam tidak Radikal dan bukanlah agama para teroris.

Tapi islam adalah agama yang mulia yang menyatukan seluruh manusia pada cinta yang sebenarnya. Islam adalah agama yang mengajarkan manusia begitu indahnya syariat Sang Pencipta alam Semesta yaitu Allah swt.

Apa yang di khawatirkan dengan aksi 212 tidaklah terbukti, tidak ada sikap anarkis, tidak ada ujaran kebencian,  tidak ada kudeta atas pemerintahan,  tidak satu pun sampah yang berserakan diantara jutaan manusia.

Karena Islam adalah rahmat bagi sekalian alam. Inilah sedikit gambaran keindahan ajaran islam. Apalah lagi jika penerapan Islam secara totalitas dalam segala aspek kehidupan diberlakukan. Sungguh tidak terbayang begitu indahnya kehidupan manusia karena di atur secara sempurna dalam syariat Allah.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS. An-Nahl: 89)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiyaa’: 107)

اِنۡ یَّنۡصُرۡکُمُ اللّٰہُ فَلَا غَالِبَ لَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ یَّخۡذُلۡکُمۡ فَمَنۡ ذَاالَّذِیۡ یَنۡصُرُکُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِہٖ ؕ وَعَلَی اللّٰہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ

Artinya:” Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) makasiapakah yang dapat menolong kamu(selain dari Allah) setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang mukmin bertawakkal" (Qs. Ali-imran :160) [MO/sr]

Posting Komentar