Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Mediaoposisi.com-Betapa mirisnya negeri ini ketika perbuatan tercela terjadi dimana-mana. Tidak hanya satu wilayah tertentu, akan tetapi hampir seluruh wilayah rata dengan tindakan buruk di masyarakat saat ini. Viral dan tersebarnya video mesum di kalangan pelajar menjadi bukti gagalnya peran penguasa negeri ini.

Dilansir dari jabar.tribunnews.com Rabu (21/11/2018) viralnya video mesum yang dilakukan dan direkam di hotel Karawang. Pelaku yang terdapat dalam video tersebut adalah Ar seorang siswi di SMA berumur 16 tahun dan M seorang pria berumur 23 tahun.

Kapolres menjelaskan, semula Ar meminta video mesum yang direkam pada Juli 2018 pada M. Namun ada teman satu kelas Ar yang mengetahui dan kemudian mengambil file rekaman itu di ponsel Ar tanpa sepengetahuan Ar. “Kemudian video itu tersebar di kalangan teman-temannya,” ujar Kapolres.

Juga dilansir dari tribunnews.com Kamis (22/11/2018) perekaman hubungan badan tersebut dilakukan lantaran iseng, Slamet berdasarkan pemeriksaan awal. “Pemeriksaan awal iseng, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan,” ujar Slamet

M mengaku ia dan Ar berpacaran selama satu tahun. Hubungan badan yang ia lakukan dengan Ar berdasarkan atas dasar suka sama suka. “Ya kesepakatan berdua, sama-sama suka,” ujar M.  M juga mengaku bahwa ia baru melakukan hubungan badan dengan Ar satu kali, dan merekam adegan tersebut untuk koleksi pribadi. “Satu kali, ya saat itu,” ujar M. (Sumber tribunnews.com)

Betapa mirisnya pemuda saat ini. Berzina menjadi suatu hal biasa dan lumrah. Bahkan tidak malu mengabadikan perbuatan video tersebut, meskipun tidak diketahui orang lain pada saat itu. Padahal jelas, dalam Islam mendekati zina saja dilarang, apalagi melakukan perbuatan zina Itu sendiri. Seperti Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yag keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ 17: 32)

Selain itu, hukuman bagi orang yang berzina dalam penerapan Islam adalah diberi cambukan 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun bagi para pezina yang belum menikah (belum al-muhshan).

Sedangkan bagi pezina yang sudah menikah (al-muhshan) hukumannya adalah rajam (dilempari dengan batu) hingga mati. Dalil mengenai hukuman pezina bagi yang belum menikah (belum a-muhshan) adalah seperti sabda Rasulullah SAW :

خُذُوْا عَنِّيْ ، خُذُوْا عَنِّيْ ، قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً ، الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جِلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيْبُ عَامٍ
Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah menjadikan bagi mereka jalan, yang belum al-muhshan dikenakan seratus dera (cambuk) dan diasingkan setahun.” (HR. Muslim)

Hukuman pezina bagi yang sudah menikah (al-muhshan) disampaikan Umar bin Khattab dalam khutbahnya :

Sesungguhnya Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepada NabiNya dan diantara yang diturunkan kepada beliau adalah ayat rajam. Kami telah membaca, memahami, dan mengakui ayat itu. Nabi SAW telah melaksanakan hukum rajam dan kamipun telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir apabila zaman telah berlalu lama, akan ada orang-orang yang mengatakan: “Kami tidak mendapatkan hukuman rajam dalam kitab Allah!sehingga mereka sesat lantaran meninggalkan kewajiban yang Allah Azza Wa Jalla telah turunkan. Sungguh (hukuman) rajam adalah benar dan ada dalam kitab Allah untuk orang yang berzina apabila telah menikah (al-Muhshan), bila telah terbukti dengan persaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri.

Dari dalil diatas jelas hukuman zina dalam Islam dapat membuat jera para pelakunya. Karena hukuman yang ditimpakan pada pelakunya akan dipertontonkan di khalayak ramai dan ditempat terbuka sebagai pelajaran bagi masyarakat lainnya agar takut berbuat zina. Sehingga tidak akan ada masyarakat yang berani melakukan tindak kejahatan ataupun pelecehan seksual yang lainnya.

Sungguh jauh berbeda dengan demokrasi saat ini, tidak memberikan hukuman yang dapat membuat jera pelakunya dan masyarakatnya. Sehingga mesyarakat kalangan muda dan yang sudah menikah berani melakukan perzinahan atau perselingkuhan bahkan secara terang-terangan.

Selain itu, menonton video porno dan video mesum akan berdampak buruk pada otak. Selain terkena dosa besar, orang yang melihat video seperti itu akan berdampak pada sistem otaknya untuk selalu ingin melihat dan menjadi kecanduan. Dari kecanduan tersebut, akan mendorongnya untuk melakukan zina. Na'udzubillah.

Dari fakta diatas, jelaslah penguasa negeri ini telah gagal membuat rakyat menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa. Padahal itulah tugas terbesar seorang pemimpin. Karna dalam Islam, setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas setiap individu yang dipimpinnya. Maka, tidak ada jalan lain kecuali pemimpin negeri Ini harus segera meninggalkan sistem demokrasi yang nyata-nyata rusak dan menggantinya dengan sistem Islam yang bersumber dari Al Qur'an Dan Al Hadits.

Penerapan sistem islam menjadi sangat urgent dikarenakan hukum yang tegas dan membuat efek jera tidak akan didapatkan jika negeri ini tidak menerapkan aturan Islam secara keseluruhan sesuai dengan petunjuk dari Allah dan tuntunan RasulNya. Hanya hukum Islam yang dapat memberikan efek jera kepada pelaku zina, dan dapat mengontrol masyarakat menjadi individu-individu yang bertaqwa dengan penjagaan segala aspek kehidupan oleh penguasa.[MO/sr]


Posting Komentar