Oleh: Sri Retno Ningrum

Mediaoposisi.com-Ulama merupakan panutan bagi umat Islam. Ulama memiliki kemampuan istimewa di bidang Agama berbeda dengan Masyarakat pada umum, antara lain paham Bahasa Arab, Fiqih, Tafsir Al Qur'an, Hadist dll.

Keberadaan Ulama menjadi rujukan bagi Umat Islam dan kemampuan multi tentang Agama tak hera sosok Ulama di sebut Warasul Al-anbiya( pewaris para nabi).

Namun sayang, keistimewaan yang di berikan para Ulama sebagai Warasatul Al- anbiya ternodai dengan adanya keputusan MUI(Majelis Ulama Indonesia) yang membolehkan Bank Syariah memakai dana non halal untuk kemaslahatan umat. Hal itu terlihat dengan keputusan rapat Pleno Dewan Syariah Nasional(DSN) MUI di Ancol, Jakarta pada kamis(8/11).

Ketua MUI ( Ma'ruf Amin) menyebut" Dana non halal wajib di gunakan dan di salurkan untuk kemaslahatan umat yang tidak bertentangan dengan prinsip syariat".Sedangkan Ketua Komisi Fatwa MUI ( Hasanuddin) mencontohkan pendapatan berupa denda saat nasabah terlambat mengembalikan pinjaman. Kemudian dana yang di peroleh di gunakan untuk penanggulangan bencana, penunjang pendidikan seperti Masjid dan Musolla, fasilitas umum yang memiliki dampak sosial (CNN Indonesia).

Kita perlu bertanya bolehkah tindakan seperti itu dalam Islam?
Di sisi lain, kita temukan adanya Ulama Su'u yaitu orang yang ahli ilmu/ ilmuwan namun buruk/jahat.Ini menjadikan umat bingung harus bersandar pada Ulama seperti apa?. Rasullah SAW bersabda " Ingatlah sejelek-jelek keburukan adalah keburukan Ulama dan sebaik-baik kebaikan adalah Ulama"( HR Ad Darimi)

Penyebab adanya Ulama Su'u karena mereka tergoda dengan kehidupan dunia. Dari Abu Dzar berkata, " Dahulunya saya pernah berjalan bersama Rasullah SAW, lalu beliau bersabda," Sungguh bukan dajjal yang aku takutkan atas umat ku."Beliau mengatakan 3x, maka saya bertanta," wahai Rasullah, apakah selain dajjal yang paling engkau takutkan atas umat ku?". Beliau menjawab, para tokoh yang menyesatkan".( Musnad Ahmaf(35/222).

Ulama Su'u yang ada pada saat ini merupakan bagian fitnah akhir zaman karena mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan, menukar kebodohan sebagai ilmu, sombong dengan banyaknya pengikut, sombong di permainkan nafsunys, menyalahgunakan ilmu, membela Penguasa yang zholim dan membuat tipu daya. Bisa di artikan pula Ulama Su'u adalah orang yang pandai ilmu agama tetapi bersifay munafik.
Hal ini tidak bisa di biarkan terus, mengingat urgentitas keberadaan Ulama di tengah Umat sangat berpengaruh bagi kemajuan Islam,Bangsa dan Negara. Ulama berkewajiban mengarahkan Umat untuk mengikuti aturan Allah secara sempurna(kaffah).
Rasullah SAW bersabda "perumpamaan Ulama di bumi adalah seperti bintang-bintabg di langit yang memberikan petunjuk di dalam kegelapan bumi dan laut. Apabila dia terbenam, maka jalsn akan kabur".(HR. Ahmad).

Dan tidak inginkah Ulama mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT lewat istigfar dari makhluk di bumi dan di laut ?. Sebagaimana hadist Rasullah SAW pernah bersabda " Seluruh makhluk yang ada di bumi dan di langit, bahkan ikan -ikan yang ada di dalam air semuanya beristigfar untuk Ulama. Sesungguhnya kedudukan seorang alim sama mulianya dengan bulan di tengah-tengah bintang . Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris para Nabi".( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).[MO/sr]

Posting Komentar