Oleh: Intan Alawiyah
(Member Revowriter dan WCWH)

Mediaoposisi.com-Saat ini pelbagai masalah hidup terus menjadi persoalan yang tak pernah kunjung usai menimpa negeri. Berbagai problematika terus datang silih berganti menyapa kehidupan kita.

Mulai dari krisis ekonomi, kesenjangan sosial, kehancuran moral para generasi millenial, dan masih banyak lagi segudang persoalan hidup yang tak jua ditemukan solusinya. Kesemrawutan yang menimpa negeri sejatinya dikarenakan penerapan sistem yang salah.

Sistem kapitalisme yang diterapkan memunculkan berbagai problematika hidup yang dari hari ke hari semakin memperparah keadaan. Sistem kapitalisme-sekuler dibangun atas dasar kebebasan mengha-silkan berbagai penyimpangan baik di bidang ekonomi, maupun sosial. Kondisi inilah yang jelas-jelas tengah mengancam keutuhan NKRI.

Persoalan hidup yang terjadi disebabkan umat telah kehilangan perisai mereka. Tercatat sudah 97 tahun lamanya Umat Islam hidup bagai anak ayam yang kehilangan induknya. Semenjak keruntuhan Daulah Khilafah Utsmaniyah di Istanbul Turki 1924 M yang silam. Saat itulah  perisai umat lenyap dari kehidupan.

Sejarah mencatat bahwa kepemimpinan di bawah naungan Khilafah mampu membawa kedamaian dan ketentraman di tengah-tengah keragaman umat. Inilah juga yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. ketika membangun peradaban Islam di Madinah.

Di antara kehidupan kaum Muslimin terdapan kehidupan kaum Yahudi dan Nasrani. Tetapi tidak terjadi diskriminasi terhadap kelompok minoritas di dalam kehidupan bermasyarakat pada Daulah Islam. Justru yang terlihat adalah persatuan yang terwujud dalam naungan Khilafah.

Sejatinya syariah dan Khilafah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti untuk diterapkan dalam kehidupan. Konsep kepemimpinan yang ditawarkan bukan merupakan konsep kepemimpinan yang diktator.

Melainkan seperangkat aturan yang datangnya dari rabb yang menciptakan manusia dan alam semesta. Sehingga hukum-hukum yang terkandung di dalamnya jika diterapkan akan mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh umat.

keberkahan yang didapatkan dari penerapan Khilafah

Khilafah adalah taj al-furud (mahkota kewajiban) jika Khilafah hilang banyak hukum-hukum Islam yang terabaikan. Maka, untuk menjawab berbagai permasalahan yang tengah menghampiri negeri. Solusinya adalah dengan menerapkan syariah dan Khilafah  yang mampu menyelesaikan berbagai problematika kehidupan.

Sehingga mengembalikan Khilafah ketengah-tengah umat adalah kewajiban yang harus diupayakan. Tanpa Khilafah justru dunia saat ini menderita dalam cengkraman kerakusan kapitalisme global.

Berbagai kebaikan yang akan diperoleh negeri ini dengan diterapkannya Daulah Khilafah ke tengah-tengah umat, yaitu:

Pertama, terjaminnya kesejahteraan rakyat. Khalifah akan bertanggungjawab terjaminnya kebutuhan pokok rakyatnya. Dana yang diperoleh dari hasil pengelolaan kekayaan alam oleh negara. Karena itu syariah sangat melarang memberikan kekayaan alam kepada pihak asing dan swasta.

Kedua, terjaminnya keamanan rakyat dlam sistem sosial yang baik. Penerapan hukum syariah yang berbasis pada akidah akan memberikan pengaruh untuk meningkatkan ketakwaan individu. Sehingga akan mendorong setiap individu menjauhi perbuatan keji dan mungkar.

Ketiga, terjaganya kesatuan dan keadaulatan negara.

Oleh karena itu,  kehidupan yang sejahtera dan nyaman hanya akan terwujud jika diterapkan syariah Islam dalam sistem Khilafah.

Imam al-Ghazali berkata, "Agama adalah pondasi dan kekuasaan politik adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak ada pondasinya akan roboh. Sesuatu yang tak ada penjaganya akan terlantar."  Maka bersemangatlah untuk mengembalikan perisai umat yang telah lama hilang. Agar Islam sebagai rahmatan lill 'alamin segera terwujud dalam kehidupan.[MO/ge]

Posting Komentar