Oleh:Reni Rosmawati
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com- Ajang guyonan seperti Stand Up Comedy akhir-akhir ini menjadi hiburan kekinian yang banyak dinikmati dan diminati kaum muda. Hal ini terbukti dengan adanya ajang Stand Up Comedy di berbagai stasiun televisi dengan  para komika yang menjadi pesertanya.

Biasa nya guyonan yang dibahas adalah seputar kehidupan sehari-hari para komika, namun sayangnya beberapa tahun ini para komika tersandung isu agama dan dianggap melecehkan agama (Islam) dalam materinya.

Melansir dari beberapa sumber, berikut adalah komika yang dianggap telah melecehkan agama Islam.

1) Ustadz Ambia Dahlan pada tahun 2014 saat itu Ustadz Ambia menjadi peserta ajang Stand Up Comedy Metro tv, dirinya membawa-bawa tentang Ibadah shalat saat ke panggung Stand Up Comedy.

2) Uus, pada tahun 2016 Uus kena masalah karena menyinggung-nyinggung cewek-cewek yang berhijab dan dianggap melecehkan Ulama.

3) Ge Pamungkas,sebenarnya Ge Pamungkas menyindir isu politik namun dirinya kelewat batas dengan menjadikan kalimat cobaan sebagai olok-olokan. 4) Joshua Suherman, mantan penyanyi cilik ini menyinggung mayoritas adalah muslim. (Tribun.com)

Stand Up Comedy yang memicu gelak tawa dan kelucuan ini selain banyak diminati halayak umum khususnya kaum muda ternyata siapa sangka dibalik tawa dan kelucuan itu tersirat serangan berbahaya bagi pemirsanya khususnya bagi umat muslim, seperti hanya demi membuat penonton tertawa mereka bereksperimen memasak makanan haram meski tidak dicicipi, lalu mempertanyakan apakah hukumnya akan berubah?

Hal ini sungguh tidak pantas dan keterlaluan, sebab kepastian hukum Islam yang sudah jelas dalam Al-Qur’an tidak seharusnya dipertanyakan lagi kebenarannya, apalagi hanya untuk membuat orang tertawa. Komika liberal dan sekuler memang tidak menggunakan hala-haram dalam berpikir, akibatnya yang salah menjadi benar, haram bisa menjadi halal ataupun sebaliknya.

Menjadikan agama sebagai candaan jelas merupakan kesalahan yang fatal terutama bagi seorang muslim yang seharusnya patuh dan membela hukum Allah SWT. semua konten hukum Islam bersifat sakral tak layak manusia mempermainkannya.

Bukan hanya menghina hukum Islam, pemilihan konten semacam itu juga menunjukan adanya framing yang mengesankan bahwa hukum Islam itu kaku, serius dan tidak menyenangkan. Jika hukum-hukum Islam terus dijadikan candaan, maka bisa dipastikan akan menjalar kepada prilaku dan pemikiran yang rusak dan paranoid terhadap Islam dan ajarannya.

Hal inilah yang menjadi target musuh-musuh Islam untuk merubah pemikiran pemuda-pemuda muslim dan menjauhkan mereka dari ajaran agamanya yang agung (Islam). Karena itu dunia Stand Up Comedy dikemas sedemikian rupa agar pemikiran umat Islam khususnya pemuda lambat laun jauh dari pemahaman shahih. Dan ini jelas nyata ancaman besar bagi umat muslim.

Kondisi ini juga menunjukan kegagalan negara dalam menjaga akidah dan pemikiran warga negaranya. Karena negara lah yang seharusnya mengawasi semua jenis tayangan yang bertentangan dengan syariah. Inilah kenyataan hidup dalam negeri kapitalis.

Hanya negara yang menerapkan aturan Islam secara kaffah lah yang akan mampu melindungi kaum muda dari penyesatan pemikiran. Karena dalam negara Islam semua media pertelevisian (media audio visual) semua tayangannya dibangun dengan konsep dakwah Islam dan tidak boleh ada tontonan yang tidak sesuai dengan hukum syariah jika ada pun negara akan menghapus konten tersebut bahkan akan memberikan sanksi tegas bagi pelakunya.

Semua itu hanya bisa terwujud jika negara menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Maka bisa dipastikan umat akan mulia dan keberkahan akan turun dari langit dan bumi.[MO/sr]





Posting Komentar