Oleh : Anis Khurosatun Nisa' S.Pd

Mediaoposisi.com-Tuti Tursilawati, salah seorang TKW dari Indonesia, telah dieksekusi mati pada tanggal 29 Oktober 2018. Vonis ini dijatuhkan karena dia terbukti telah membunuh majikannya pada tahun 2010 di kota Taif, Arab Saudi. "Selain Tuti, sejak 2011 hingga 2018 ada 103 WNI yang masih terancam hukuman mati. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah berhasil membebaskan 85 WNI dari hukuman mati,ujar Muhamad Iqbal, Derektur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI-BHI).

Tidak bisa di pungkiri memang banyak sekali pengiriman WNI-TKW ke Arab Saudi, ataupun ke negara lain yang mereka menjadi tenaga kasar bahkan sebatas Asisten Rumah tangga, dengan modal pengetahuan yang minimal karena persoalan ekonomi keluarga dan gaya hidup, akhirnya mereka pun memilih meninggalkan anak, suami/istri dan negaranya dengan segala resiko kerja di Negara lain.

Gelarpun disematka ke mereka sebagai Pahlawan Devisa karena posisinya sebagai salah satu penyumbang devisa besar pada negara.

Maraknya buruh migran perempuan bermasalah di luar negeri tak akan pernah muncul jika ada jaminan kesejahteraan dari negara di dalam negeri.  Jika mau jujur pemerintah telah gagal memberikan jaminan kesejahteraan karena menerapkan sistem hidup salah yang tak sesuai dengan fitroh.

Penerapan Sistem Kapitalisme telah menyebabkan distribusi kekayaan negara hanya berputar pada pemilik modal,  inilah pilar yang batil karena menyebabkan justru lahirnya eksploitasi perempuan,  mereka berbondong-bondong keluar rumah meninggalkan anak-anak  dengan segala persoalan remaja/anak akibat tidak adanya pendampingan ibu ataupun ortunya.

Karena distribusi kekayaan yang tidak merata,  ini juga yang menyebabkan munculnya gap sosial terbuka lebar antara si kaya dan si miskin,  dan keamanan pun terganggu karena kriminalitas makin meningkat.

Islam Punya Solusi

Ini sebenarnya bukan persoalan biasa tapi sudah sistemik. Dalam posisi ini Islam menawarkan sistem alternatif yang telah terbukti selama 14 abad mampu menjamin kesejahteraan kaum perempuan dan rakyat secara keseluruhan dengan mekanisme yang sempurna yaitu:

Pertama,  pendekatan kolektif oleh negara yang mengelola kekayaan alam sebagai kepemilikan umum dan mendistribusikan kekayaan tersebut secara detil dan menyeluruh merata hingga sampai kepada pemiliknya rakyat secara umum.

Kedua  pendekatan individual yaitu sistem penafkahan oleh suami, orang tua dan keluarga hingga dipastikan anak dan istri (perempua) tercukupi semua kebutuhannya.

Ketiga, penegakan hukum secara konsisten dan adil oleh negara tidak tebang pilih apalagi cindong pada pengusaha

Harus difahami juga Islam memposisikan kaum perempuan sebagai kehormatan yang harus jaga,   jaminan kesejahteraan akan di berikan tanpa mereka meski keluar negeri,  hingga bisa lebih fokus menjadi ibu mengedukasi dan mencetak generasi unggul pengisi peradaban.

Dengan mekanisme seperti ini,  pemenuhan kebutuhan rakyat individu per individu maupun kesejahteraan rakyat secara umum laki-laki dan perempuan akan terpenuhi.  Merekapun tak perlu merantau ke negara lain dengan alasan kesejahteraan ekonomi keluarga.[MO/an]

Posting Komentar