Oleh: Lilih Solihah 
(komunitas revowriter)

Mediaoposisi.com-Seperti yang kita ketahui baru baru ini Majelis Ulama Indonesia  (MUI) memperbolehkan Bank Syariah memakai dana non halal untuk kemaslahatan umat.

Hal itu diputuskan dalam rapat pleno Dewan Syariah Nasional  (DSN) MUI di Ancol, Jakarta kamis  (8/11) yang dipimpin oleh ketua MUI yang juga menjadi Cawapres Ma'ruf Amin.

Dana non halal ini wajib digunakan dan disalurkan untuk kemaslahatan umat dan kepentingan umum yang tidak bertentangan dengan prinsip syariat ujar Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin

Dana yang dimaksud disini adalah pendapatan Bank Syariah yang bersumber dari kegiatan yang tidak halal misal pendapatan dari denda saat nasabah terlambat mengembalikan pinjaman dan dana non halal ini tidak boleh digunakan sebagai keuntungan perusahaan Bank.

Sudah jelas ini adalah riba, dan dalam islam tidak diperbolehlan memakan uang riba,haram.  sebelumnyapun  dana umat juga pernah dipakai untuk anggaran negara yang di ambil dari dana zakat atau dana talangan haji misalnya.

Sudah semakin terlihat peran ulama saat ini yang seharusnya membimbing umat ke jalan syariat ini malah melegitimasi kebijakan yang bertentangan dengan syariat.

peran ulama seperti inilah yang sudah terkena dampak sistem sekuler dan itu bisa saja terjadi di sistem sekarang ini yang menghalalkan segala cara meskipun dengan tujuan yang tidak diperbo-lehkan dalam islam .

Miris, jika umat yang kurang faham bagaimana islam mengatur perekonomian yang semestinya, maka mereka akan mudah terpengaruh dan terjerumus serta ikut membenarkan hal tersebut dalam artian juga ini menghalalkan yang namanya riba

Padahal dalam islam sudah sangat jelas bahwa segala sesuatu itu ada aturannya, jika itu halal boleh dilakukan tapi jika itu haram maka jangan dilakukan, segala sesuatu yang hukumnya haram maka sampai kapanpun akan tetap haram tidak akan berubah menjadi halal.

Dalam islam juga peran ulama sebagai penuntun dan panutan umat terjaga. Maka sudah seharusnya lah sistem sekularisme saat ini harus dicampakan dan menggantinya dengan sistem islam, karena hanya dengan islam lah yang mampu menjaga umat dan terikat dengan syariat.[MO/ge]


Posting Komentar