Oleh : Ridha Rayyani
The Great Muslimah Comunity

Mediaoposisi.com-Beberapa waktu lalu kembali duo komika Tretan Muslim dan temannya Coki Pardede membuat sebuah video yang katanya dengan tujuan hanya lucu-lucuan yaitu memasak daging babi menggunakan kurma.

Dalam video itu terlihat mereka menyediakan daging babi disebuah wadah serta sebotol sari kurma. Video yang mereka unggah di akun Instagram mereka itu telah membuat umat Islam resah pasalnya video tersebut mengandung unsur-unsur pelecehan terhadap syariat Islam,

yang dengan menyebutkan bahwa cacing pita dalam daging tersebut akan menjadi mualaaf lah, serta menyebutkan bahwa daging itu meneriakan neraka.

Tak lama viralnya video itu, mereka lagi-lagi membuat heboh dengan menunggah video berikutnya yaitu seperti meminta maaf tetapi hanya sekedar sebagai senda gurau saja.  Lagi-lagi mereka tidak menggangap hal itu sebagai masalah yang serius.

Hal seperti ini bukan hanya sekali ini terjadi, tepatnya pada perayaan hari santri nasional di Garut, anggota Banser membakar bendera berlafadzkan kalimat Tauhid yang mereka yakini sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia,

tak lama setelah video itu beredar dan mendapat kecaaman dari berbagai ormas serta jutaan netizen mereka mengklariikasi bahwa bendera itu tercecer sehingga daripada terinja-injak maka harus dibakar, dan ini malah mendapat dukungan dari pemerintah sendiri.

Dua peristiwa diatas hanya beberapa peristiwa yang terangkum sebagai tindakan pelecahan Islam, bagaimana dengan tindakan pelecehan tehadap Islam diluar peristiwa itu?

Begitu banyak hingga tak dapat dihitung jumlahnya, sungguh hal ini tak akan selesai jika mereka tidak diberi tindakan yang sesuai.

Bukankah hal ini sudah berkali-kali terjadi? Bukankah umat Islam sudah berkali-kali mengecam? Tentunya sebagai umat Islam pasti sudah sangat geram atas tindakan konyol dua komika dan tidak cerdasnya anggota banser tersebut,

namun dalam alam demokrasi ini adalah tindakan yang sah-sah saja, ya mereka berhak mengekpersikan dirinya, apalagi didukung oleh pelakunya sendiri yang mengaku sebagai seorang muslim.

Selama umat ini dalam sistem cacat buatan manusia ini, umat Islam tidak akan pernah mendapatkan keadilan yang ada malah semakin dilecehkan dan dihinakan.

Maka dari itu sudah saatnya kita hijrah kembali kepada fitrah yaitu kembali kepada sistem yang diturnkan dari sang maha pencipta dan pengatur alam semesta Allah SWT, yaitu peneapam syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Mari bersama memperjuangkannya. [MO/gr]



Posting Komentar