Oleh:Neng Wina Apriliana, S.Pd.
(Alumni Pendidikan Fisika UIN SGD Bandung)

Mediaoposisi.com- Setiap tanggal 10 November itu merupakan hari pahlawan yang dikenang dan dirayakan di negera kita yakni Indonesia. Mengenang jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Negara tercinta ini, Negara yang penuh dengan sumber daya Alam yang meruah, bahkan ketika menanam batang pohon pun tumbuh di tanah nan subur Indonesia ini.

Lantas apakah kita akan sebatas mengenang dan merayakan saja? Pertanyaan itu untuk diriku, dirimu dan kita semua yang katanya punya sosok pahlawan. Terus bagaimana kita memaknai arti hakiki pahlawan itu? Rasanya banyak pertanyaan yang harus kita jawab.

Siapa yang tidak mengenal sosok cut Nyak Dien, Patimura, Ki Hajar Dewantara, itu merupakan sosok pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tapi sebelum ke sosok yang di sebutkan diatas, kita perlu tahu definisi dari pahlawan itu seperti apa?.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Pusat Bahasa (1988), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pahlawan berdasarkan arti tersebut adalah orang yang memiliki keberanian, rela berkorban dan membela kebenaran. Sedangkan pahlawan dalam bahasa sansekerta (phala-wan) berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama (sumber : wikipedia).

Lantas, makna pahlawan pada saat ini ialah yang bisa dikatakan ia mampu berpengaruh dalam hal positif dan membawa perubahan banyak orang sehingga bias diteladani dan diikuti banyak orang. Siapakah orang itu? Pastinya kau pun punya jawabannya masing-masing untuk menyebutkan siapakah sosok pahlawan versi dirimu.

Tetapi, terkadang kita lupa bahwa kita selaku Muslim punya pahlawan yang sebenarnya dan Real dapat mempengaruhi kita pada saat ini. Banyak pahlawan-pahlawan yang kita punya bahkan kita lupa siapa yang harus  diteladani dan harus kita ikuti. Siapakah sosok pahlawan itu?. Pada 1300 tahun yang lalu berkat dengan keteladanannya, kebijaksanaannya, dan keshalehannya. Bias mencetak para pahlawan-pahlawan yang luar biasa.

Siapa  yang tidak mengenal sosok Abu Bakr, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad. Siapa pula yang tidak mengenal sosok ‘Umar bin Al-Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakr? Demikian juga dengan ‘Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah ‘Umar, serta ‘Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah ‘Utsman?

Semuanya merupakan keutamaan Allah, di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik dari umat Rasulullah. Mereka menjadi teladan generasi setelah mereka karena mereka menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam seluruh aspek kehidupannya.

Keberadaan Rasulullah di tengah-tengah mereka, telah mewarnai kehidupan mereka yang penuh kemuliaan, kebaikan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kejayaan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka bahkan berada di akhir kehidupan dan mengakhiri perjuangannya dengan keberhasilan yang gemilang, yaitu membuka pintu segala kenikmatan yang ada di sisi Allah di dalam jannah (surga)-Nya.

Rasulullah telah menjadi teladan para shahabatnya, serta menjadi panutan dalam melangkah dan mengarungi samudera yang dahsyat dengan gelombangnya. Ini merupakan sinyalemen keberhasilan mereka dalam menjadikan dan mempraktekkan bimbingan Allah di dalam Al Qur‘an:

Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Jadi, sekarang kalian punya sosok pahlawan yang menginspirasi pada saat ini? Yang bisa membuat kalian menjadi lebih baik lagi dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.[MO/sr]

Untuk yang ingin atribut Tauhid Silahkan Hubungi :


Posting Komentar