Oleh: Eka Putri (Aktivis Mahasiswi)

Mediaoposisi.com-Pergaulan remaja yang semakin bebas, tanpa memiliki batasan. Remaja  atas nama cinta dan kebebasan melakukan apapun yang mereka mau. Selain itu hal ini juga diperparah dengan tidak adanya control yang bagus dari lingkungan.

Laki-laki dan perempuan belum ada ikatan yang resmi tampak biasa pergi bersama. Adapun ketika lingkungan memberikan control yang lumayan bagus, tetap tak akan berpengaruh, hal ini dikarenakan adanya kebebasan setiap individu untuk mengekspresikan dirinya, selama itu tidak mengganggu orang lain.

Selain itu hal yang membuat pergaulan remaja semakin bebas adalah tontonan yang kemudian dijadikan tuntunan. Banyak tontonan yang justru seakan mengkampanyekan pacaran yang dianggap begitu lumrah bagi kaum remaja.

Gadget yang hampir dimiliki oleh semua remaja membuat remaja dengan mudahnya mengakses pornografi. Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkapkan dari 4.500 remaja di 12 kota di Indonesia, 97% pernah melihat pornografi.

Begitu juga dikalanagn siswa, dari 2.818 siswa, 60% pernah melihat tayangan yang tidak senonoh.

 HIV Aids menjadi salah satu penyakit yang sangat berbahaya, timbul akibat adanya pergaulan yang semakin bebas bagi para remaja. Penyakit ini adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang untuk melawan infeksi kanker.

Penyakit ini juga menjadi penyakit yang paling mematikan di dunia. HIV menular lewat hubungan intim, tranfusi darah dengan pengidap HIV Aids, dan juga dari ibu ke anak saat hamil, melahirkan dan menyusui.


Darisinilah sesungguhnya pergaulan remaja yang semakin carut-marut pada dasarnya memerlukan solusi. Dalam islam sendiri pergaulan remaja diatur sedemikian rupa, dimana laki-laki dan perempuan memiliki batasan tertentu dalam pergaulan.

Islam melarang laki-laki dan perempuan untuk berkhalwat (berdua-duan). Bahkan Rosulullah telah mengingatkan kita melalui haditsnya:

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan”. (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Selain melarang berkhalwat dengan lawan jenis islam juga melarang ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan).

Selain menjaga pergaulan remaja dengan begitu baiknya, maka islam juga akan menjaga segala bentuk tontonan yang akan dilihat oleh remaja dengan begitu pergaulan remaja akan lebih terjaga. Hingga remaja-remaja tangguh akan muncul, yakni remaja yang paham akan aturan Rabb-nya.[MO/gr]

Posting Komentar