Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-"Nullum delictum noella poena sine praevia lege poenali. Tidak ada tindak pidana jika belum ada undang-undang pidana yang mengaturnya lebih dahulu" (Asas Legalitas)

Sampai hari ini, tidak ada satupun pasal yang melarang umat Islam mengibarkan bendera tauhid. Sampai hari ini, juga tidak pernah ada satupun pasal yang memberi ancaman pidana terhadap pengibar bendera tauhid. Tapi dilapangan, dengan sejuta dalih penenggak hukum mengkriminalisasi bendera tauhid.

Larangan membawa, larangan mengibarkan, bahkan hingga menyita tanpa dasar hukum, menjadi jamak dilakukan penenggak hukum. Mereka, membuat UU sendiri, tidak diundangkan negara, tidak di buat di DPR, tapi langsung dipraktikkan dilapangan.

Mereka, tidak pernah membawa kasus pengibaran bendera tauhid ke pengadilan. Penenggak hukum merangkap menjadi hakim, langsung membuat vonis dengan menebar teror dan ancaman di lapangan.

Jika bendera yang berkibar bendera zionis Israel, para penenggak hukum ini diam seribu bahasa. Alasan budaya, alasan adat, alasan religi, dan seabrek alasan lainnya.

Tapi jika umat Islam mengibarkan bendera tauhid, sejuta alasan juga disampaikan. Bedanya, alasan ini dibuat untuk melarang dan mengkriminalisasi. Dalih bendera ormas, bendera teroris, bendera pemecah belah, dan dalih-dalih lainnya.

Jika tidak ada UU apapun baik keseluruhan atau satu ketentuan pasal yang melarang bendera tauhid, lantas kenapa penenggak hukum sibuk melakukan sweping dan menginterogasi pengibar bendera tauhid ? Bermodal kewenangan 1 x 24 jam, penenggak hukum menginterogasi masyarakat, membuat masyarakat resah dan terteror, walau akhirnya setelah melampaui 1 x 24 jam dilepaskan. Karena memang tidak ada pasal pidana yg bisa menjerat pengibar bendera tauhid.

Penenggak hukum sibuk bikin seminar ini dan itu, jadi selain merangkap DPR dan hakim, juga menjadi EO dan wartawan yang membingkai opini umum ditengah masyarakat. Lha wong tindak kejahatan bejibun tidak tertangani, penenggak hukum malah sibuk bikin seminar-seminaran, kurang kerjaan.

Atau memang sudah dipesan pekerjaan itu ? Pekerjaan pesanan Penguasa zalim untuk memusuhi umat Islam. Memusuhi simbol Islam, memusuhi bendera tauhid.

Wahai umat Islam, jangan pernah takut kepada penenggak hukum. Lawan kezaliman mereka dengan kata dan argumentasi. Buat mereka mundur, agar tidak terlalu jauh menekan syiar Islam.

Buat mereka kembali pada tupoksinya, menjadi abdi hukum, bukan penenggak hukum. Jangan biarkan mereka, menodai kesucian dan kemuliaan bendera tauhid. [MO/ge].

Posting Komentar