Oleh: Dini Cindy Andzanj

Mediaoposisi.com-Naiknya harga gabah dan beras selama bulan oktober. Harga dari berbagai jenis  beras (kualitas premium, medium, dan kualitas rendah) di tingkat penggilingan mengalami kenaikan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulan oktober 2018.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),Harga gabah kering panen di tingkat petani mengalami kenaikan 2,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 4.889 per kg. Sementara di tingkat penggilingan naik 2,46 % menjadi Rp 4.990 per kg.

Harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani naik 1,71 % dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 5.399 per kg. Sementara di tingkat penggilingan, harga GKG‎ naik 1,86 % menjadi Rp 45.501 per kg.

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada Harga Gabah Kualitas Rendah di tingkat petani sebesar 6,61 % dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 4.652 per kg. Sementara di tingkat penggilingan naik 6,67 % menjadi Rp 4.753 per kg.

Sementara kenaikan harga beras terjadi di  semua golongan. Harga beras kualitas premium di penggilingan mencapai Rp 9.572 per kg atau naik 1,2 %. Sementara harag beras kualitas medium di penggilingan naik 1,5 % menjadi Rp 9.310 per kg.

Harga beras kualitas rendah di pengilingan naik 1,65 % menjadi Rp 9.125 per kg. Menurut kepala BPS Suhariyanto, terjadinya kenaikan harga beras dan gabah pada bulan oktober, maupun november dan desember mendatang semua ini akibat dari terjadinya masa tanam dibulan bulan tersebut.

Kebijakan pemerintah negara indonesia terhadap naiknya beras adalah dengan menerapkan HPP dan melakukan impor beras sangat merugikan petani dan masyarakat. Kebijakan tersebut hanya menguntungkan sekelompok kecil spekulan pedagang besar termasuk Bulog.

Kebijakan impor beras dengan tujuan menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia merupakan kebijakan zalim karena merupakan kebohongan publik, sebab faktanya impor beras tidak dapat mengentaskan kemiskinan namun kebijakan tersebut didorong oleh motif rente.

Solusi paten atau sakleknya bagi bangsa indonesia untuk menyadari kedzoliman dan kerusakan sistem kapitalis yang tengah merajarela ditengah tengah masyarakat, yang membuat rakyatnya menderita secara perlahan,

meski setiap harinya kita diiming-imingi dengan slogan dari rakyat,oleh rakyat,untuk rakyat ini lah yang disebut demokrasi. Lalu apa sistem yang akan menyejahterakan ummat dan bangsa indonesia?

Yaitu mendukung dan berusaha merealisasikan politik pertanian Islam secara ideologis dengan menerapkan syariat Islam sebagai problem solving umat, dan Khilafah Islamiyah sebagai wadah bersatunya umat dalam mengatur urusan mereka.[MO/gr]

Posting Komentar