Oleh:Resti Lestari


Mediaoposisi.com-Jakarta, (CNN Indonesia) Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan Bank Syari’ah memakai dana nonhalal untuk kemashlahatan umat. Hal ini diputuskan dalam rapat pleno Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI di Ancol, Jakarta, pada kamis (8/11) yang dipimpin Ketua MUI yang juga menjadi cawapres nomor urut 01, yakni Ma’ruf Amin. Dana nonhalal ini diperoleh dari hasil pembayaran nasabaha yang telah melewati masa tempo. Ketua komisi Fatwa MUI, Hasanuddin mengungkapkan bahwa dana nonhalal ini hanya diperbolehkan unuk keperluan sosial, seperti disalurkan kepada panti asuhan, penanggulangan korban gempa, pembuatan masjid, dan kebutuhan sosial yang lainnya.

Peran ulama yang seharusnya mencerdaskan umat, membimbing umat pada jalan kebaikan, justru sebaliknya, sebagian dari merekalupa akan aturan yang telah ditetapkan oleh Syara’. Salah satunya, ulama yang telah memperbolehkan menggunakan dana nonhalal untuk kemashlahatan umat yang didapati dari hasil transaksi antara nasabah dengan Bank.

Biasanya, transaksi yang dilakukan itu terdapat bunga dan bunga pada istilah perbankan saat ini, dalam Islam disebut Riba. Mendekati dan melakukannya saja tidak boleh, apalagi menggunakannya. Islam juga telah menetapkan hukum mengenai Riba, Allah Swt berfirman dalam Qs. Al-Baqarah: 275:

 “.Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Orang yang memakan riba, sama seperti halnya anak yang menzinahi ibunya.

Kebijakan diperbolehkannya penggunaan dana nonhalal untuk kemashlahatan umat, terjadi akibat buah dari sistem yang ada pada saat ini, yakni Kapitalisme-Sekularisme; pemaisahan agama dari kehidupan. Pemilik modal yang akan berkuasa dalam sebuah aturan.

Dalam sistem ini pula, yang halal akan menjadi haram, dan yang haram akan menjadi halal sesuai dengan kebutuhan bagi mereka.

Oleh karena itu, inilah saatnya kita berjuang unutuk mencampakkan sistem sekuler dan memperjuangkan penegakkan hukum Syari’at secara kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah ‘alaa Minhaj An-Nubuwwah. Sehingga diterapkannya sistem Islam ini, umat Islam akan terjaga dengan tetap menjalankan Syari’at Islam dan tidak mengabaikannya.[Mo/an]

Posting Komentar