Oleh : Meltalia Tumanduk, S.Pi
(Komunitas Muslimah Peduli Umat) 

Mediaoposisi.com-Mungkin dulu kita bagian dari yang tidak tahu apa itu Khilafah. Namun belakangan ini Khilafah menjadi perbincangan dari berbagai kalangan. Baik mereka pro maupun kontra. Survei pun dilakukan.

Alvara Research Centre dan Mata Air Foundation merilis sebuah survei  Dia menjelaskan lagi, sebanyak 29,6 persen profesional setuju bahwa negara Islam perlu diperjuangkan untuk penerapan Islam secara kafah alias sempurna.

Namun ketika dipersempit dengan khilafah sebagai bentuk negara, profesional yang setuju khilafah sebanyak 16 persen.

Selain itu tokoh pun berbicara tentang Khilafah. Dua tokoh agama yakni Din Syamsuddin dan Ustad Abdul Somad (UAS) menggelar pertemuan di Jalan Margasatwa Raya Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11).

Sejumlah topik dibahas, termasuk kerapnya UAS mendapat penolakan hingga dugaan persekusi saat hendak berceramah. Din menilai bahwa ceramah UAS selama ini tidak menyalahi akidah Islam. Maka seharusnya tidak diperdebatkan oleh publik.

"Saya sudah mengikuti apa yang disampaikan Ustad Abdul Somad. Beliau menjelaskan khilafah dari Alquran. Beliau ahli hadits. Beliau menjelaskan dari pandangan Islam. Jadi, saya pikir, umat Islam perlu bersyukur," pungkasnya. (3/11/2018)

"Khilafah itu, ajaran islam yang tak perlu ditakuti," kata Din usai pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya di Jakarta Selatan." ( 3/11/2018)

Khilafah sesungguhnya bukanlah istilah asing dalam khasanah keilmuwan Islam. Menurut Wahbah az-Zuhaili, “Khilafah, Imamah Kubra dan Imarah al-Mu’minin merupakan istilah-istilah yang sinonim dengan makna yang sama.” (Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, 9/881).

Menurut Dr. Mahmud al-Khalidi (1983), “Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.” (Al-Khalidi, Qawâ’id Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, hlm. 226).

Karena merupakan istilah Islam, Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya. Apalagi menegakkan Khilafah adalah wajib menurut syariah Islam. Bahkan Khilafah merupakan “mahkota kewajiban”.

Pasalnya, tanpa Khilafah sebagaimana saat ini, sebagian besar syariah Islam di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, hukum/peradilan, dan sebagainya terabaikan. Misal bidang pendidikan. Negara saat ini menerapkan sistem pendidikan sekuler (pemisahan agama dari kehidupan).

Wajar jika kurikulum agama dikurangi, Bahkan ada politikus yang meminta mata pelajaran agama dihapuskan. Kita lihat hasilnya, pendidikan agama saja masih ada, moral penerus bangsa ini sudah rusak. Apalagi jika pendidikan agama ditiadakan.

Akan seperti apa generasi penerus bangsa ini.

Dibidang ekonomi. Negara ini menerapkan sistem ekonomi kapitalisme-neoliberal. Sehingga SDA kita dikuasai asing dengan dalih kerjasama. Walhasil, hanya segelintir orang yang merasakan hasil kekayaan alam.

Sementara rakyat hanya merasakan imbas dari perusahaan yang beroperasi, seperti jalan rusak. Di bidang sosial, negara mengadopsi HAM Barat sehingga zina dan LGBT dibiarkan dan tidak dianggap kriminal. Bahkan dilindungi.

Di bidang hukum, hukum di negara ini tumpul ke atas, runcing kebawa. Belum lagi dibidang yang lain. Belum lagi dibidnag lainnya. Sungguh krisis yang terjadi diberbagai lini kehidupan adalah akibat ketiadaan Khilafah. Tidak diterapkannga sistem Islam.

Maka solusi atas permasalahn yang melanda negeri ini adalah menerapkan sistem Islam dalam bingkai Khilafah.

Namun kenyataannya saat ini umat Islam tengah dibenturkan satu sama lain. Kafir penjajah yang tahu akan bahaya kebangkitan umat Islam bagi eksistensi mereka dalam menguasai negeri-negeri kaum muslimin.

Maka mereka berusaha menghalangi kebangkitan tersebut. Mereka membuat propaganda-propaganda melalui antek-antek mereka di negeri kaum muslimin.

Di negeri ini, mereka membuat propaganda dengan mengatakan bahwa kelompok yang memper-juangkan Khilafah adalah kelompok radikal yang anti pancasila, dan ingin memecah belah NKRI.

Mereka juga mengatakan bahwa yang terjadi di Suriah adalah akibat dari kelompok yang memperjuangkan Khilafah. Jauh sebelumnya mereka membentuk ISIS untuk membuat stigma negatif terhadap Khilafah dan para pejuangnya.

Tidak cukup sampai disitu, di bumi nusantara ini mereka membentuk Islam modernis. Dimana kelompok ini juga dibenturkan dengan kelompok pejuang Khilafah. Islam modernis diperkenalkan lebih cocok dengan masyarakat nusantara.

Dimana ajaran Islam di sesuaikan dengan adat istiadat nusantara. Misal, bacaan sholat boleh pakai bahasa daerah. Membaca Alquran menggunakan langgem jawa. Sedangkan Khilafah tidak cocok untuk nusantara, karena penuh pertumpahan darah.

Memecah belah kaum muslim, dan tuduhan negatif lainnya agar khilafah yang merupakan ajaran Islam ditolak oleh masyarakat. Begitulah propaganda yang mereka lontarkan ditengah-tengah kaum muslimin.

Padahal Khilafah adalah ajaran Islam. Jelas dalilnya dari Alquran dan Sunnah Rasulullah.
Dalil Kewajiban Khilafah

Allah SWT berfirman :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi khalifah…” (TQS al-Baqarah : 30).

Saat menafsirkan ayat di atas, Imam al-Qurthubi menyatakan bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang imam atau khalifah. Ia lalu menegaskan,

“Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat khalifah) tersebut di kalangan umat dan para imam mazhab; kecuali pendapat yang diriwayatkan dari al-‘Asham (yang tuli terhadap syariah, red.) dan siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya.” (Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, 1/264).

Rasulullah Saw memerintahkan agar umatnya tidak hanya memegang teguh sunnahnya, tetapi juga sunah para Khulafa’ Rasyidin. Nabi saw. bersabda:

Kalian wajib berpegang teguh dengan sunahku dan sunah para Khalifah Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah sunah itu dengan gigi geraham.” (Hr. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Selain itu Rasulullah Saw bersabda :

Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah), maka ia mati jahiliah.” (HR Muslim)

Ulama Nusantara, Sulaiman Rasyid, dalam kitab fikih yang terbilang sederhana namun sangat terkenal berjudul Fiqih Islam, juga mencantumkan bab tentang kewajiban menegakkan Khilafah.

Bahkan bab tentang Khilafah juga pernah menjadi salah satu materi di buku-buku madrasah (MA/MTs) di Tanah Air.

Tepis asshobiyah. Eratkan ukhuwah. Sudah saatnya kita bersatu memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah. Berjuang menyongsong kebangkitan Umat Islam. Bersiap menyambut kemenangan Islam dan kaum muslimin. [MO/ge]


Posting Komentar