Oleh : Ai Hasanah
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com-(CNN Indonesia) Badan Intelejen Negara mengungkap ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementeriian, lembaga serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terindikasi telah terpapar radikalisme.

Staf  Khusus Kepala BIN, yakni Arief Tugiman, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam, mengatakan bahwa masjid yang terindikasi radikal terdiri dari “11 masjid kementerian, 11 lembaga,dan 21 masjid BUMN”.

Dari fakta diatas, sudah terlihat bahwa penguasa mulai panik atas kebangkitan peran politik Islam, sehingga terus-menerus mencari celah dan menyiapkan strategi untuk menyudutkan umat Islam saat ini.

Para penguasa bergegas untuk menugaskan Intel dalam menilai masjid yang terindikasi radikal. Jadi, para penguasa menginginkan apa yang disampaikan oleh khotib, penceramah, ustdaz maupun da’i hanya menyampaikan materi yang dapat menenteramkan jiwa (siraman rohani semata). Dan hal itu juga terjadi karena sistem yang ada, yaitu sistem Kapitaslime-Liberal.

Hanya ajaran Islam yang menjadi ajaran yang penuh dengan kebaikan. Oleh karena itu, kita harus memahaminya bahwa Islam merupakan agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw, melalui Malaikat Jibril yang didalamnya terdapat aturan seluruh kehidupan dan akan menjadi solusi dari berbagai permasalahan. Dengan demikian, saat ini kita harus memperjuangkan Islam dalam bingkai kilafah ala minhaj an-nubuwah.[MO/sr]

Posting Komentar