Oleh : Aulia Rahmah
Aktivis dakwah Islam, Gresik - Jatim

Mediaoposisi.com-Kebaikan kaum Muhajirin dan Anshor banyak disebut - sebut di dalam Alquran. Diantaranya mereka selalu mencintai, menolong, dan melindungi diantara mereka. Mengutamakan kepentingan saudaranya dibandingkan kepentingan diri sendiri dan keluarganya.

Memberi tanpa pamrih menghiasi keseharian mereka. Allah menggambarkan didalam surat Al Hasyr ayat 9.

" Dan orang - orang ( Anshor ) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum ( kedatangan ) mereka ( Muhajirin ), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka.

 Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka ( Muhajirin ), dan mereka mengutamakan ( Muhajirin ) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan.

Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang - orang yang beruntung ."

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa pada suatu hari, seseorang mendatangi Rosulullah dan berkata, " Rosulullah aku kelaparan . "

Rosulpun menanyakan persediaan makanan kepada para istri beliau. Namun mereka memberitahu bahwa tak ada makanan sama sekali. Lalu Rosul berkata kepada para sahabatnya, " Semoga Allah merahmati siapapun diantara kalian yang menjamunya malam ini".

"Aku yang akan menjamunya, ya Rosulullah."  kata sahabat Anshor. Iapun pulang dan berkata kepada istrinya, " Suguhkan makanan kepada tamu Rosulullah ini".

"Demi Allah, makanan ini hanya cukup untuk anak - anak kita" jawab istrinya. "Jika anak kita lapar, tidurkanlah mereka dan padamkan lampu. Biarkan kita menahan lapar pada malam hari ini ." pesan sahabat tadi.

Si istripun melakukan pesan suaminya itu. ( HR. Bukhori. Al hidayah, Asbabunnuzul Alquran Alkarim )

 Sebab keutamaan kaum Muhajirin dan Anshor yang telah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka,  Allah menganugerahkan ampunan dan rizki yang mulia. Allah berfirman :

" Dan orang - orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang - orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan ( kepada orang - orang Muhajirin ) mereka itulah orang yang benar - benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rizki yang mulia " ( qs. An nahl : 73 )

Kaum Muhajirin dan Anshor juga ridha terhadap segala ketetapan Allah yang terucap dalam lisan Rosulullah Saw. Sami'na wa atho'na adalah slogan mereka. Kami dengar dan kami taat.Beragam kebaikan kaum Muhajirin dan Anshor mengantarkan mereka pada Ridha Allah dan surgaNya. Allah berfirman :

" Dan orang - orang yang terdahulu lagi yang pertama - tama ( masuk Islam ) diantara kaum Muhajirin dan Anshor dan orang - orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah Ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka  surga - surga yang mengalir dibawahnya sungai - sungai. Mereka kekal didalamnya selama - lamanya " ( qs. Attaubah : 100 )

Balasan kebaikan dari Allah tak hanya diberikan kepada kaum Muhajirin dan Anshor saja. Kita Umat Islam akhir jaman, berpeluang juga untuk mendapatkannya. Dengan meneladani peri kehidupan kaum Muhajirin dan Anshor kita akan menjadi bagian dari Umat warisan Rosul.

Maulid nabi kali ini adalah momen yang pas untuk mengazamkan diri  berislam kaffah. Sebagaimana kaum Muhajirin dan Anshor, yang menjadikan slogan ' sami' na wa atho'na ' mendarah daging dalam dirinya. 

Dan selalu saling tolong menolong serta melindungi saudara - saudaranya terhadap makar kaum kafir yang berkolaborasi dengan kaum munafik.

Semoga kemenangan Umat Islam dengan ditegakkannya sistem Islam dalam aturan bernegara, mengantarkan kita menjadi umat warisan Rosul yang diRidhai Allah dengan jaminan surgaNya, aamiin....

Dengan wasilah doa ini kita berharap persatuan Umat Islam hari ini kokoh seperti persatuan kaum muhajirin dan Anshor.

"Dan orang - orang yang datang sesudah mereka ( Muhajirin dan Anshor ), mereka berdoa " Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara - saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang " (qs. Attaubah : 100).[MO/ge]


Posting Komentar