Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- Sejarah membuktikan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang medobrak kejumudan pemikiran di dalam masyarakat yang tidak berani melakukan satu perubahan. Dulu, sumpah pemuda yang dimotori mahasiswa telah menginspirasi pemuda yang lain untuk bersatu dalam melawan penjajah yang pada akhirnya berujung pada proklamasi kemerdekaan RI.

Kita juga ingat gerakan reformasi juga dimotori oleh Mahasiswa. Penulis saat itu menjadi pelaku sejarah yang ikut bersama mahasiswa lainnya melakukan satu gerakan besar yang mematahkan keyakinan pada masyarakat yang saat itu berfikir mustahil untuk melengserkan regime yang berkuasa.

Semakin lama regime berkuasa semakin kuat dia menancapkan pengaruhnya di semua lini kekuasaan. Parlemen yang tugasnya mengawasi pemerintah bisa tunduk dalam satu komando genggaman regime yang berkuasa saat itu. Bahkan semua kekutaan militer tunduk pada genggaman regime. Banyak tokoh-tokoh kritis dikikis habis hingga tinggal tokoh penjilat penguasa regime. Mereka hanya menjadi stempel kebijakan regime yang berkuasa.

Tinggal mahasiswa dengan pemikiran yang kritis tidak mudah dikikis. Mahasiswa yang memilikan pemikiran idialis tidak bisa dibeli dengan tawaran uang dan jabatan. Mahasiswa adalah  motor penggerak sebuah perubahan besar yang tidak bisa dibendung oleh siapapun termasuk regime yang sedang berkuasa. Mereka bergerak tanpa dorongan kepentingan kekuasaan. Mereka mengalirkan energi panas yang bisa membakar siapa saja disentuhnya.

Ketika kebijakan yang tidak pro-rakyat diterapkan, mahasiswa di garda terdepan membela kepentingan mereka, rakyat kecil. Pembelaan terus disuarakan dan  perjuangan mereka tidak pernah padam walaupun harus berhadapan dengan aparat yang garang dan menakutkan.

Akankah sejarah terulang lagi. Mahasiswa menjadi motor penggerak sebuah perubahan. Semoga tidak hanya semangat mengganti sebuah regime tapi lebih merubah sebuah sistem yang akan memberikan purabahan yang mendasar, bukan hanya mengganti orang tetapi kebijakan dan aturan yang diterapkan tetap sama.

Kenaikan harga BBM adalah salah satu kebijakan sistem yang selalu dikaksanakan siapapun presidennya.  Utang luar negeri yang terus bertambah dan kebijakan yang tidak pro rakyat seolah menjadi agenda sistem yang harus diperjuangkan oleh siapa saja presidennya.

Mahasiswa teruslah berjuang untuk perubahan yang lebih baik, sebuah sistem yang ideal, sistem Islam. Jangan hanya sekedar berubah tetapi perubahan dengan konsep dan tujuan yang jelas yakni sebuah sistem terbaik yang akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran.

Marilah berkaca pada pengalaman bahwa semangat perubahan tidaklah cukup namun harus diikuti tujuan dan konsep yang benar. Semangat ganti presiden tidaklah cukup tanpa diikuti perubahan sistem jahiliyah menuju sistem Islam.[MO/sr]

Posting Komentar