Oleh: Reni Rosmawati
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com- Ide khilafah belakangan ini mencuat diberbagai kalangan masyarakat termasuk dikalangan Profesional. Menurut hasil survei 29.6 persen Profesional ingin Indonesia jadi Negara Islam.

Menanggapi hasil survei ini, sekretaris Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Fajar Rizal UI Haq mengatakan hasil survei ini adalah Alarm buat semua pihak, bagaimana potret kecendrungan masyarakat muslim kelas menengah di Indonesia saat ini. Apa yang ditunjukan survei ini, bukan datang tiba-tiba tapi hasil proses panjang yang konsekoensinya disarankan sekarang.

Dahulu kelompok masyarakat Islam berdebat NU dan Muhammadiyah dan sekarang yang terjadi adalah konstetasi siapa yang lebih Islam. Kemudian generasi Islam sekarang yang jadi kelas menengah adalah merasakan gejolak Reformasi tapi tidak merasakan gejolak Islam orde baru. Kata Fajar.

Pembicara lainnya dari Lakpasdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan apa yang disampaikan dalam survei ini sangat penting dahulu banyak kalangan menilai radikalisme bukan hal serius. Padahal efeknya sangat besar.

Menurut Rumadi sekarang terbukti bahwa intoleransi masuk ke semua lini kehidupan kebangsaan bukan hanya masuk pada kelompok yang DNA-nya sudah radikal tapi juga kelompok yang DNA tak radikal namun ikut-ikut. Yang tak punya imunitas terhadap radikalisme masuk dan ikut, sehingga semua dengan mudah menerima ajaran intoleransi dan radikalisme. Dan harus menata ulang Ideologi kebangsaan, karena ini bukan masalah sederhana dan yang dimasuki ini adalah PNS, Profesional Swasta dan BUMN.

Sementara kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurahman Mas'ud mengatakan. Pihaknya di kementerian Agama sangat terbuka untuk meneruskan kajian dari hasil survei ini karena bisa menjadi Alarm sekaligus mengambil langkah kebijakan bersama. Menurutnya pula hasil survei ini perlu di elaborasi dan dijadikan pijakan mengambil langkah dengan konkret dalam mengantisifasi radikalisme.

Persetujuan ide khilafah ini pun datang dari ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Din mengatakan bahwa Khilafah ajaran Islam yang tak perlu ditakuti. Menurutnya ketika ada Ulama atau Mubaligh yang berbicara Khilafah jangan langsung dikaitkan dengan ormas terlarang, melainkan sebuah ajaran Islam yang penting.

Lebih lanjut, Din menilai saat ini Masyarakat mudah sekali termakan fitnah. Para pemuka Agama Islam kerap kali dianggap menentang pancasila. Din menganggap tuduhan itu sangat menyakitkan.

Din bahkan mengaku dirinya adalah seorang pendukung Khilafah karena Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Namun dia melanjutkan bukan berarti yang memegang teguh ajaran Khilafah dituduh anti pancasila.

Lebih lanjut Din menghimbau kepada Masyarakat khususnya umat Islam untuk selalu menjaga kerukunan dengan sesama. Ia juga berharap agar tidak ada lagi penghadangan terhadap Mubaligh maupun Dai apalagi dengan cara-cara represif (CNN Indonesia).

Dalam ajaran Islam, Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di Dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka Bumi.

Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut politik yang ada sekarang, namun tetap saja hal itu tidak berhasil.

Karena  Khilafah adalah sistem politik yang khas dengan Khalifah sebagai kepala Negaranya. Khalifah tidak ditunjuk oleh Allah SWT tetapi dipilih oleh kaum Muslim dan memperoleh kekuasaan melalui bai'at. Dengan bai'at ini Khalifah diwajibkan untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam.

Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegalisasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan peribadi dan keluarganya. Setiap Undang-undang yang hendak ia tetapkan haruslah berasal dari hukum Islam yang digali dengan metode terperinci yaitu Ijtihad.

Apabila Khalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam atau melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya maka pengadilan tertinggi yaitu Mahkamah Madzalim dapat memberikan sanksi kepada Khalifah dan menggantinya.

Secara Historis, Khilafah terbukti sebagai Negara yang kaya raya, sejahtera dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi serta aman dan Damai dan menjadi pemimpin Dunia dalam bidang Industri serta riset ilmiah selama berabad-abad. Itu semua terjadi karena sistem Khilafah bukanlah sistem Teokrasi, konstitusinya tidak terbatas pada masalah-masalah religi dan moral saja.

Tetapi konstitusinya mencakup semua lini seperti sosial, ekonomi, kebijakan luar Negeri dan peradilan kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan dan peningkatan standar hidup masyarakat. Bahkan bukan hanya orang-orang Muslim saja yang mendapat kesejahteraan dan perlindungan dari Negara, orang-orang nonmuslim pun mendapat perlakuan yang sama. Khilafah melindungi, menjaga harta, kehormatan dan nyawa mereka.

Maka, adalah pemahaman yang salah kaprah jika menganggap Khilafah adalah ancaman. Anggapan semacam ini tidak bisa dilepaskan dari proyek Deradikalisasi dan Islam Moderat yang diusung musuh-musuh Islam untuk menjauhkan Umat Islam dari ajarannya sendiri karena sejatinya musuh-musuh Islam tahu bahwa Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum Muslim. 

Karena Khilafah adalah ajaran Islam sekaligus solusi yang dibutuhkan atas seluruh krisis akibat sistem sekuler, Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya, baik itu Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum Muslim sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem Kapitalis.

Karena  itu, menegakan Khilafah dan menunjuk Khalifah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh Dunia. Melaksanakan kewajiban ini sama seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah SWT perintahkan kepada kita.

Itulah sebabnya ide Khilafah Akhir-akhir ini  menggema dan Khilafah makin disadari urgensi dan kewajibannya oleh berbagai kalangan termasuk profesional. Ini semua adalah pertanda kebangkitan umat akan segera tiba. Semoga ini pertanda Khilafah akan segera tegak di muka Bumi ini. [MO/sr]





Posting Komentar