Oleh : Anggun Permatasari 
(ibu rumah tangga)

Mediaoposisi.com-Miris dan membuat kita mengelus dada. Aksi demonstrasi yang dilakukan guru honorer di depan istana presiden pada selasa tanggal 30 Oktober 2018 mendapat respon cuek dari presiden Jokowi.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, aksi unjuk rasa sudah dilakukan di seberang Istana sejak Selasa (30/10/2018). Nyatanya karena tak ada tanggapan Pak Jokowi atau pihak Istana, akhirnya massa pun bermalam di sana dengan beralaskan aspal dan beratapkan langit.

Walaupun akhirnya massa diterima oleh perwakilan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu sore. Namun, mereka memilih menolak melanjutkan mediasi karena tidak ada solusi praktis yang diberikan pihak istana.

Kasus ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak permasalahan umat saat ini yang menunjukan bahwa penguasa abai terhadap tanggungjawabnya sebagai pelindung. Padahal salah satu fungsi negara adalah sebagai junnah atau perisai umatnya.

Oleh sebab itu, saat ini umat membutuhkan kepemimpinan yang peduli dengan rakyatnya yaitu kepemimpinan yang sesuai dengan al-qur'an dan as Sunnah, Khilafah Islam.

khilafah adalah sebuah sistem kepemimpinan umat, dengan menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undangnya mengacu kepada Al-Quran, Hadis, Ijma dan Qiyas. Khilafah merupakan sistem terbaik yang dicontohkan Rasulullah saw.

yang terbukti selama 13 abad lamanya menorehkan tinta emas kegemilangan peradaban manusia. Karena khilafah memiliki kekuatan ekonomi, militer, dan seperangkat potensi lainnya untuk meman-tapkan statusnya di percaturan politik internasional.

Dan saat ini adalah waktu yang ideal bagi umat untuk bangkit dari keterpurukan akibat hidup terlalu lama dengan sistem kufur kapitalisme yang menyengsarakan.

Saat ini kata khilafah sudah tidak asing lagi bagi umat islam. Walaupun masih ada pihak-pihak yang kepanasan dan alergi dengan khilafah karena ketakutan mereka yang tidak mendasar akan bangkitnya kekuatan global baru yang akan menggantikan adidaya Amerika dan hegemoni kapitalisme.

Perlahan namun pasti saat ini umat sudah mulai bangun dari tidurnya. Semakin lama cahaya Islam menyelinap masuk kedalam relung hati masyarakat, menyadarkan dan membangkitkan persatuan untuk menyongsong perubahan yang lama diimpikan.

karena sejatinya umat harus yakin bahwa upaya menegakkan khilafah merupakan konsekuensi dari syahadat dan perjuangan untuk melanjutkan kehidupan yang sesuai al-qur'an dan as Sunnah dan sesuai tariqah dakwah atau metode Rasulullah Saw.

Banyak hadist Nabi saw, mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadist yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara runut. Beliau bersabda:

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ 

تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ 

مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. 

Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad).

Bisyarah rasul tersebut kian menguatkan keyakinan kita dalam memperjuangkan syariah dan khilafah sebagai solusi permasalahan yang dihadapi umat saat ini agar terwujud Islam rahmatan lil alamin.

Oleh karena itu sekarang hanya ada dua pilihan bagi kita, menjadi pejuang atau pendukung upaya penegakkan khilafah, atau menjadi pecundang yang akan dilibas oleh qodho Allah swt. yang akan memenangkan Islam.[MO/ge]


Posting Komentar