Oleh: Khaliza Fahira

Mediaoposisi.com- Distribusi air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro, Sigli, Pidie sejak sepekan lalu mulai macet.Sebagian pelanggan mengeluh karena terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebulan terakhir, Informasi yang sama juga diterima Serambinews.com  dari laporan warga Dusun II Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, terkait kondisi air keruh dan berlumpur di kawasan tersebut.

Ekonomi adalah kegiatan mengatur urusan harta kekayaan, baik yang menyangkut kegiatan memperbanyak dan menjaga penggunaannya.Dalam sitem kapitalis-sekuler fasilitas pokok seperti air tidak dipenuhi dengan baik.

Dalam masalah kepemilikan, individu,masyarakat,negara menjadi subyek ekonomi yg bisa mendapatkan hak hak kepemilikan.Islam memiliki konsep khas dan unik yang sangat berbeda dengan sistem ekonomi lainnya. Dalam pandangan Islam, Allah lah yang menguasai dan mengatur.
Air termasuk kepemilikan umum yang harusnya di kelola pemerintah untuk didistribusi sejauh dan seefektif mungkin.

Membebankan biaya air yang bahkan keluar dari tanah yg kita berdiri diatasnya dengan tarif tinggi adalah kesalahan.Menjadikan kepemilikan umum untuk meraup untung pribadi adalah kezhaliman.

Rasulullah Saw bersabda : "Kaum muslim berserikat dalam 3 hal. Yaitu Air, Api, dan padang rumput" (HR. Abu Dawud)

Setiap muslim harus tunduk mengikuti hukum-hukum syari’ah. Mengingat dalam Islam setiap bentuk pemanfaatan akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT kelak. Terkait dengan harta, pertanggungjawaban yang diberikan meliputi dua perkara, yaitu untuk apa harta itu digunakan dan dari mana harta itu didapat. [MO/sr]




Posting Komentar