Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Kesatria sejati tidak pernah berhenti atau menyerah dalam perjuangannya karena dia yakin apa yang diperjuangkannya adalah sesuatu yang benar. Meskipun harus sendirian dan banyak hambatan menghadang, dia tidak akan berhenti menyuarakan apa yang diyakini benar.

Itulah penjuang syariah dan khilafah tidak pernah lelah dan tidak  dihentikan meskipun banyak tawaran yang menyenangkan, uang dan posisi yang menguntungkan diri sendiri. Diapun tidak bergeming meskipun harus dipersekusi atau bahkan dipenjarakan. Dia sungguh tahu bahwa itulah tantangan dakwah yang tidak mudah yang pasti dihadapi oleh para pengemban dakwah.

Kayakinan yang kuat atas ide yang dibawa membuat dia tidak bisa dihentikan. Dia bisa mewarnai dan merubah siapa saja yang dia temui tapi dia tidak bisa dirubah dari keyakinannyanya yang benar karena memperjuangkan syariah dan khilafah adalah kewajiban dan juga kebutuhan bagi umat manusia.

Dia meyakini bahwa setiap jiwa pasti akan mati. Namun yang terpenting adalah ketika satu jiwa itu mati, dia pada posisi memperjuangkan agana Allah bukan sebaliknya malah sebagai penghalang diterapkannya syariat Allah atau tegaknya Khilafah.

Dia juga yakin Khilafah pasti akan tegak dan syariat Allah akan bisa diterapkan secara khaffah. Rahmatan lil alamin bisa terpancar dari ajaran  Islam yang mulia. Kehidupan manusia akan dimuliakan dan terjaga dari berbagai penyimpangan. Dibukakannya pintu Rezeki dari langit dan bumi, sehingga hidup bisa sejahtera dalam naungan khilafah. Sungguh, kehidupan Islami akan kembali mewarnai dunia. Sebuah cita-cita besar yang harus diwujudkan bersama yang pasti nanti akan datang.

Ini sangat berbeda dengan pejuang demokrasi yang berkorban bukan untuk ide yang benar namun untuk uang dan jabatan. Di dalam hatinya pasti ada rasa takut dan bimbang karena dia tidak yakin dengan perjuangannya. Yang dipikirkan hanya nilai manfaat dan keutungan diri atau golongannya. Dia tidak memiliki idealisme dalam perjuangannya. Dia selalu berfikir pragmatis dengan menabrak berbagai aturan agama selama itu dianggap menguntungkan dirinya sendiri atau golongannya.

Kegigihan pejuang khilafah dan syariah membuat takut para penjaga demokrasi yang perlahan mulai ragu dengan ide yang dijaganya. Kebenaran akan mengalahkan kebatilan. Mereka yang masih bertahan pada ide batil perlahan tapi pasti akan menyadari saat kebanaran menyentuh pemahamannya.

Karena saat kebenaran  telah menyentuh kesedaran manusia, saat itu dia tidak akan mampu menolaknya dan kemudian ikut memperjuangkan kebeneran itu.

Pejuang syariah dan khilafah tidak akan pernah mati karena dia akan digantikan oleh pejuang-pejuang yang lain yang sudah tersadarkan olehnya. Pahalanya akan terus mengalir walaupun dia sudah tidak ada di dunia. Tetapi perjuangannya tidak akan pernah mati karena dilajutkan oleh yang lain yang lebih semangat dan pantang menyerah sampai kehidupan Islami yang kita cita-citakan bersama bisa terwujud.[MO/ge]

Posting Komentar