Oleh : Eva Yulia

Mediaoposisi.com-SERAMBINEWS.COM, IDI – Pasangan suami istri M Yusuf, dan istrinya Nila meninggal dunia akibat dilindas truk pengangkut material pembangunan jalan Peureulak – Lokop, tepatnya di perbatasan Gampong Paya Unou, dan Gampong Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (22/11/2018) pukul 13.00 WIB.

Pasangan suami istri yang merupakan warga Gampong Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak ini saat itu melaju dari arah Peunaron menuju Gampong Beusa, setibanya di TKP, sepeda motor yang mereka kendarai masuk dalam lubang di badan jalan yang tertutup genangan air. Akibatnya, kedua korban jatuh dan terpental ke kanan jalan.

Namun, saat bersamaan melaju dump truk bawa material dari arah Gampong Beusa, menuju Peunaron, akibatnya kedua korban pun terlindas, dan meninggal dunia di TKP.

Informasi ini disampaikan oleh, Anggota DPRA asal Peureulak, Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada Serambinews.com, Kamis sore.

Sangat jelas Allah nampakkan bahwa memang pemerintah menganggap sepele dengan jalan-jalan yang berlubang. Padahal itu sangat berdampak buruk bagi masyarakat, bahkan ada yang meninggal.

Pemerintah gagal memberikan hak-hak masyarakat, bahkan hal kecil seperti jalan saja selalu bermasalah. Kapitalisme melahirkan pemerintah yang abaikan rakyat. Sungguh ironi disatu sisi pemerintah begitu mudahnya menggunakan uang rakyat untuk kepentingan yang tidak ada hasilnya kepada rakyat, tetapi di sisi lain, dengan alasan untuk menghemat anggaran.

Melihat fakta yang terjadi sejatinya semakin hari semakin menambah keyakinan pada diri , dengan melihat bermacam-macam kerusakan ketika sistem yang dibuat oleh manusia diterapkan.

Sistem yang dibuat dengan akal manusia dan kemudian juga dilanggar oleh manusia, maka sangat banyak terjadi problematika-probematika, ketika aturan Allah sudah disepelekan maka jangan harap kesejahteraan akan didapatkan.

Kapitalis saat ini yang merupakan ideologi yang lahir dari pandangan hidup masyarakat Barat, yang merupakan pangkal dari kerusakan. Karena kapitalis lahir dengan mengesampingkan urusan agama atau biasa disebut dengan sekuler yaitu pemisahan agama dengan kehidupan.

Agama hanya boleh ditempatkan pada tempat-tempat khusus bukan ditempat umum. Maka inilah sebenarnya yang menjadi malapeta saat ini, tatkala kapitalisme diadopsi maka bukanlah kesejahteraan yang didapatkan melainkan kerusakan dimana-mana. Dalam Al-quran Allah SWT berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’raf : 96)[MO/ge]

Posting Komentar