Oleh: Nasrudin Joha 

Mediaoposisi.com-Ga usah tuding kanan kiri, kalau cuma mau nabok penyebar hoax. Tabok saja yang sebar hoax mobil SMK. Tabok saja yang sebar hoax Import itu sedih sekali. Tabok saja yang sebar hoax tidak akan utang lagi.

Mengangkat isu hoax, sama saja menampar muka sendiri. Ayolah, pilih isu yang bisa mengangkat derajat Anda, bukan malah membenamkan. Angkatlah isu yang mengangkat elektabilitas Anda, bukan malah menenggelamkan.

Tapi memang sulit, untuk seorang yang tak punya kapasitas, untuk berbicara lantang menyihir nalar publik, bersuara lantang seperti Soekarno, berorasi membara seperti Bung Tomo. Dia, cuma boneka kayu yang ujarannya perlu dieja dengan ejaan lama yang belum disempurnakan.

Setiap kalimat yang keluar, pasti diawali dengan Muqadimah : *anu, apa ? Anu, apa ? Anu, apa? Anu, apa ?* Dan khatiman dari setiap ujaran, pasti ditutup dengan redaksi : *BUKAN URUSAN SAYA.*

Jangan angkat isu PKI, jangan anggap anti Islam itu hoax, jangan berpraduga antek asing itu ilusi. Semua nyata, dan Anda mempertegas posisi Anda sebagai rezim represif dan anti Islam.

Anda memburu ulama kami hingga keluar negeri, Anda mengkriminalisasi ajaran Islam khilafah, Anda mengkriminalisasi simbol Islam bendera tauhid, Anda membubarkan ormas Islam, Anda mengejar aktivis Islam dengan pasal karet (27 ayat 3) dan pasal pukat harimau (pasal 28 ayat 2), UU ITE.

Yang berbeda dan mengkritik dituding mencemarkan, yang mengoreksi dituding SARA, semua di jepret dan diangkut ke penjara.

Anda tidak bisa mengunggah pledoi dengan merangkul ulama syu' berada disamping kiri dan kanan Anda, sementara Anda terus memecut ulama-ulama Muchlis kami.

Anda tidak bisa, berlindung dibalik jubah dan sorban kesalehan semu, berfantasi dekat dengan umat Islam melalui berbagai kunjungan. Sebab, kebijakan Anda tidak bisa ditutupi : *KEBIJAKAN YANG REPRESIF DAN ANTI ISLAM.*

Anda tidak mau disebut antek? Semua antek tak mau dianggap antek. Anda tidak perlu memper-kenalkan diri sebagai antek, atau menolak disebut antek. Tetapi kebijakan Anda yang pro asing dan aseng, cukup untuk menggelari Anda sebagai *REZIM ANTEK ASING DAN ASENG.*

Sudahlah, Anda tidak memiliki kemampuan menabok orang lain. Sebab, tamparan itu sesungguhnya menampar muka Anda sendiri. Sudahlah, tidak perlu galau. Semua ada musimnya.

Ada musik duren, ada musim rambutan, ada musim mangga, ada juga *MUSIM GANTI PRESIDEN GANTI SISTEM.* Bagaimana lagi ? Rakyat tidak menghendaki Anda memimpin, lantas Anda mau memaksa siapa ? Saat ini, rakyat sedang berpesta pora menyambut musim panen, musim ganti Presiden.

Sudahlah, jangan curhat dihadapan publik. Itu membuat kami, semakin mengetahui kegalauan Anda. Dan ketahuilah, itu semakin membuat kami bersemangat menyambut musim ganti Presiden. [MO/ge].

Posting Komentar