Oleh : Citra Amalia
Pengajar

Mediaoposisi.com-Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada awal November 2018, diadakan seminar kebangsaan yang dihadiri oleh beberapa pejabat negara. Dalam seminar yang di hadiri dubes Indonesia dan suriah serta sekjen Alsyami dan ketua dewan rekonsiliasi nasional Suriah.

Mereka membahas mengenai kondisi Indonesia dan dunia saat ini. Sekjen Alsyami menjelaskan bahwa seminar tersebut  mengkampanyekan mengenai dakwah Alsyami yang  menolak segala upaya untuk menjadikan Indonesia luluhlantah seperti Suriah.

Menurutnya, segala usaha memakai agama untuk kepentingan politik harus ditolak (tribunnews.com)

Di sisi lainnya, Dewan Syariah Nasional MUI memutuskan bank syariah boleh menggunakan dana non-halal untuk kemaslahatan umat. Dana nonhalal yang dimaksud adalah segala pendapatan Bank Syariah yang bersumber dari kegiatan yang tidak halal (cnnindonesia.com).

Kedua hal tersebut semakin mengarahkan kita pada pemisahan segala sesuatu dengan kehidupan dunia. Mengenai penyaluran dana nonhalal dapat kita garisbawahi bahwa hal tersebut bukan dalam rangka sedekah yang mengharapkan pahala,

melainkan merupakan jalan keluar pemanfaatan harta ditengah arus bank riba baik konvensional maupun bank syariah juga yang terkena riba. Karena Allah SWT hanya akan menerima harta yang diperoleh dengan cara yang baik dan halal.

" Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali dari yang baik pula " (HR. Muslim).

Sehingga merupakan hal yang penting untuk melakukan revitalisasi peran ulama dalam hal ini, untuk menegaskan kembali pentingnya menjauhi riba membimbing umat ke jalan syariat,

karena pada kenyataan yang terjadi adalah semakin hari Indonesia semakin melegitimasi kebijakan yang bertentangan dengan syariat.

Dengan kata lain, Indonesia semakin menuju ke arah sekuler yang artinya menuju ke arah kiblat sekuler di negara Amerika.

Dalam sebuah penelitian yang ditulis Ahmad Nur Fuad, pada sejarahnya gagasan pemisahan gereja dan negara untuk pertama kalinya diberi kekuatan legal dan konstitusional di Amerika Serikat pada abad ke 18.

Hingga kini, Amerika Serikat mempertahankan sistemnya dan dapat kita pandang sebagai model negara sekular yang selalu mengasumsikan perlunya pemisahan agama dan aspek kehidupan lainnya secara total. Amerika pun berkembang menjadi negara yang menjadikan agama masuk ke ranah pribadi tanpa membolehkan campur tangan dengan negara.

Padahal, agama Islam  sempurna memiliki semua hal dari berbagai aspek yang dapat diaplikasikan demi ketaatan dunia akhirat.

Ketika kita berupaya untuk memisahkan kehidupan dunia (baik politik, ekonomi, pendidikan atau kesehatan) dari akhirat, maka kita secara tidak langsung sedikit demi sedikit dapat masuk dan terjerumus dalam sistem sekuler tersebut.

Sistem sekuler ini sangatlah berbahaya karena mampu mereduksi loyalitas umat terhadap syariat. Pada saat hingga akhirnya hukum-hukum yang pada awalnya bersumber dari syariat akan terkikis satu demi satu.

Islam adalah agama yang rahmatan Lil alamiin yang dapat menjadi Rahmat bagi seluruh umat dengan syariatnya. Jangan sampai sebagai umat  kita terlena untuk menyampaikan agar Indonesia tidak menjadi Suriah, padahal kenyataannya disisi lain Indonesia sebenarnya menuju menjadi Amerika.[MO/ge]

Posting Komentar