Siti Mundayanah 
(Komunitas Peduli Umat)

Mediaoposisi.com-Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat.

Rabu(31/10/2018)  Ia mengatakan, bela negara merupakan suatu kewajiban dan keharusan, bagi setiap warganegara. Hal tersebut tentunya dilakukan dengan berpegang pada Pancasila. “Kewajiban kita untuk melakukan bela negara kata kuncinya adalah Pancasila ada satu kata kunci yang harus kita pegang untuk persatuan Indonesia, Indonesia yang satu". Kata Wiranto di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ( UIN Suka), Sleman DIY, sabtu (3/11).

Di dalam negeri ini pancasila merupakan falsafah negara. Karena pancasila tersebut dapat menyatukan masyarakatnya di seluruh Indonesia. Dan dia merupakan ideologi dalam negara Indonesia.

Yang dimana dia (pancasila) dijadikan pedoman dalam kehidupan Indonesia. Siapa saja yang berseberangan dengan itu maka akan dinyatakan sebagai pemberontak dan memecah belah umat. Anehnya itu seolah-olah hanyalah teori belaka karena pada realitasnya tak sesuai dengan itu semua.

Bahkan Apabila ada sekelompok orang yang memperjuangkan Islam kaffah pemerintah menganggap itu sebuah ancaman karena dianggap merusak keutuhan NKRI. Itu adalah sebuah anggapan yang salah.

Justru karena tidak diterapkannya Islam kaffah maka kerusakan dan carut marut yang terjadi di negeri ini sering terjadi. Banyaknya kasus korupsi, jual aset negara, LGBT, dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang lainnya.

Ini terjadi karena aturan yang diterapkan di negara kita adalah aturan demokrasi kapitalis yang bisa di otak-atik sesuai dengan kepentingan para kapital (pemilik modal)  demi memperoleh keuntungan. Walaupun harus mengorbankan kesejahteraan rakyatnya.

Berbeda dengan aturan Islam yang menggunakan Alquran sebagai pedoman hidup. Aturan dari Sang Pencipta yang mengetahui hakikat manusia sehingga apabila diterapkan maka yang terjadi umat akan hidup damai, tentram, dan persatuan pasti akan terwujud.

Mereka akan senantiasa menjalankan kehidupan ini guna untuk memperoleh ridho dari Allah SWT. Mereka akan takut untuk melaksanakan kemaksiatan karena setiap aktivitasnya senantiasa diketahui oleh Allah dan nanti akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga kemaksiatan dan kejahatan-kejahatan yang terjadi seperti pada hari ini bisa dikurangi.

Jadi apabila penerapan Islam kaffah terwujud maka kehidupan masyarakat yang Baldatun thoyyibatun wa robbun Ghofur pasti bisa terlaksana. Anggapan mereka Islam kaffah merupakan ancaman itu hanyalah kebohongan belaka untuk mempermudah urusan mereka.

Justru sebaliknya aturan saat inilah pangkal dari berbagai macam persoalan yang ada di negeri ini yang tak akan pernah selesai sebelum mereka meninggalkannya sistem yang rusak, dan batil yaitu kapitalis demokrasi.

Dengan mengatasnamakan pancasila mereka memusuhi Islam. Sering kita mendengar ataupun melihat di media elektronik beberapa ulama ataupun seorang yang mereka mengajak kepada kebaikan, persatuan umat, mengajak kepada Islam yang sesungguhnya.

Namun, apa yang terjadi mereka dipersekusi, dihadang, bahkan dilarang untuk berdakwah karena mereka menganggap apa yang disampaikan menjurus pada perpecahan umat. Pada kenyataannya dakwah mereka mengajak kepada Islam.

Namun karena berseberangan dengan kepentingan para penguasa mereka dipersekusi. Sebaliknya para koruptor yang suka mengambil uang rakyat justru itulah yang pancasilais hanya dengan mengucapkan “Saya Indonesia Saya Pancasila” selesai urusan.

Sudah tidak aneh lagi jika keadaan negeri ini semakin hari semakin hancur. Seperti yang kita rasakan saat ini, dimana pergaulan bebas dilegalkan, korupsi menjamur, biaya pendidikan mahal, BBM naik terus, utang melonjak, dan  sebagainya.

Negeri  Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim seharusnya mereka yakin bahwa aturan Allah lah yang benar yang bisa membawa maslahat karena aturan ini datangnya dari Allah Sang Pencipta alam semesta yang mengetahui tabiat manusia.

Aturan  yang paripurna mengatur semua urusan manusia mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Dan bahwasanya bila kita mengambil hukum Allah maka derahmatanlah yang kita dapati. “ Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Alquran ketika (Alquran) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka) dan sesungguhnya Alquran itu adalah kitab yang mulia” 

Allah pun juga menegaskan “ Allah tidak menghendaki perbuatan zalim terhadap hamba-hambanya” (TQS. Ghafir:31).

Karena itu aturan Allah mustahil akan mendatangkan kedholiman terhadap umat manusia. Allah SWT menegaskan aturan-Nya justru akan menjadi rahmat untuk umat manusia.

Sebaliknya apabila manusia berpaling dari aturannya itulah  yang menjadi sebab munculnya berbagai kesempitan hidup yang terjadi pada manusia. 

“Siapa saja yang berpaling dari peringatanku sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan kami akan mengumpulkan dia pada hari kiamat nanti dalam keadaan Buta”  (TQS Thaha ayat 124).[MO/ge]

Posting Komentar