Mediaoposisi.com- Jakarta - jumat(2/11), Aksi digelar sejak siang kemarin. Perwakilan dari massa juga sudah bertemu dengan perwakilan pemerintah di Kemenko Polhukam, yaitu Menko Polhukam Wiranto dan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto.

Awalnya massa berkeinginan untuk mengadakan orasi di depan Gedung Istana Negara namun harus gagal Sebab, kawat berduri dipasang menutup jalan di Jalan Medan Merdeka Barat. Selain itu, ada juga barikade polisi.

Dalam pembukaan dari mobil komando, orator mengajak massa membacakan Alfatihah. "Jamaah, mari kita panjatkan Al fatihah untuk korban gempa NTB, Palu, dan korban jatuhnya pesawat Lion Air. Al fatihah," kata orator itu.

HTI

Aksi Bela Tahuid 211 kali ini diadakan  oleh Ormas - Ormas Muslim se-Indonesia, Bukannya dipawangi oleh Hizbut Tahrir Indonesia, Namun dalam Aksi kali ini Bertemakan "HARI TAUHID INDONESIA"(HTI).

Sebagai sebuah institusi atau organisasi masyarakat, HTI sudah dibubarkan badan hukumnya oleh pemerintah. Saat ini HTI dan tim pembelanya sedang mengajukan keberatan atas pembubaran itu melalui upaya hukum. Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang menyatakan membubarkan badan hukum HTI.

Pemerintah memandang organisasi kemasyarakatan itu tidak sejalan dengan kebiasaan atau nilai-nilai yg dianut masyarakat Indonesia. "HTI berbenturan dengan ideologi negara. Mengingkari Pancasila sebagai kesepakatan bangsa. Sebagai badan hukum tidak mungkin lagi dikembangkan karena itu sudah dibubarkan," kata Lukman sebagai menteri agama.

Ideologi Indonesia adalah Pancasila, yang didalamnya ada sila pertama yang menyebutkan "KETUHANAN YANG MAHA ESA", Yang Maha ESA  sendiri adalah diartikan sebagai Yang Tunggal(satu-satunya).

Kenapa Ormas HTI yang Berketuhanan yang Maha ESA dijadikan sebagai pedoman landasan pergerakannya dikatakan bahwa ormas terlarang. Tahukan bahwa untuk Umat Islam Al-qur'an adalah aturan paling benar, dari bangun tidur hingga tidur semua sudah ada aturan didalamnya.

Kenapa harus menafikkannya, kenapa harus memisahkan agama dan politik, agama dan ekonomi, faktanya orang yang melepaskan agama dan politik, agama dan ekonomi adalah Kapitalisme dari barat yang bukan orang islam, ada pula Sosialis/Komunis yang mereka tidak mengakui tuhan.

Sedangkan Indoneisa adalah negara yang diusahakan, dibela dan diperjuangkan oleh orang-orang Islam, yang berjuang untuk menegakkan Negara Indonesia, bukan Etnis China yang malah berusaha membiarkan Indonesia tetap jajahan Belanda.

Bukan juga usaha Komunis, yang malah membunuh ulama, membunuh para santri, membunuh tentara-tentara. PKI adalah manusi keji, jahanam, laknat, yang sudah di tetapkan didalam undang-undang Ormas terlarang di Indonesia.

Jadi bila HTI berdiri, sebenarnya bukanlah Ormas terlarang karena HTI adalah Ormas Islam yang berusaha menegakkan Al-qur'an sebagai dasar kehidupan bagi Masyarakat Islam yang sedang dalam pesakitan saat ini.[MO/gr]

Posting Komentar