Oleh : Asma Mumtazah
Aktivis Islam
Gresik, Jawa Timur

Mediaoposisi.com-Miris, Virus HIV/AIDS terus mencari mangsa bahkan korbannya bukan hanya pada orang dewasa saja anak - anak kecil yang tak berdosa pun terpapar penyakit mematikan ini.

Tiga anak yang terdiri dari seorang laki - laki dan dua perempuan berinisial H (11), SA (10), dan S (7) bukan warga asli Nainggolan.

Mereka didaftarkan sekolah Pemkab Samosir, satu anak di PAUD dan dua lainya di SDN setempat. Tapi baru satu hari bersekolah, ketiganya tidak lagi diizinkan masuk.

Karena sebagian besar orang tua siswa menolak anak - anak mereka berada di kelas dan sekolah yang sama dengan ketiga anak yang menderita HIV.

Sementara itu Unit Manager Communicaton dan CSR PT Pertamina ( Persero) Region I Rudi Ariffianto di Medan, menyampaikan bahwa berdasarkan Kementrian Kesehatan, Sumut menempati posisi 7 di indonesia yang terbanyak mengalami kasus HIV/AIDS.

Berdasarkan angka prevalensi HIV/AIDS di Sumut mencapai 28, 97 per 100.000 penduduk. Artinya setip 100.000 penduduk 29 orang mengidap HIV/AIDS.

Dan data PBB menunjukkan sekitar 3200 anak di indonesia terjangkit HIV dengan penularan dari ibu. Penularan yang paling banyak adalah para istri pengguna narkoba dengan suntik, para pekerja seks komersial, istri para pria gay dan pria gay itu sendiri

HIV/ AIDS adalah buah dari Pergaulan bebas, LGBT, Seks bebas yang sudah menggila ditengah - tengah msyarakat. Ditambah lagi Tumbuh suburnya tempat - tempat prostitusi di negeri ini bak jamur dimusim hujan, inilah surga bagi mereka pecinta seks bebas.

Ditambah lagi pengguna narkoba semakin hari semakin tak terbendung, maka wajar jika HIV/AIDS muncul bertebaran menjangkiti bagi pelaku kemaksiatan ini bahkan orang disekitarnya pun terkena dampaknya.

Apalagi solusi yang diberikan negara dengan menyarankan pelaku sek menggunakan kondom sebelum berhubungan badan, dengan harapan bisa memutus rantai penyebaran  HIV/AIDS. Tapi ternyata malah menjadikan virus ini semakin menggila. Hingga sampai anak - anak pun menjadi korbannya.

Saran untuk pemakaian kondom sama saja mendukung mereka untuk terus berlaku menyimpang dan terus bermaksiat. Dan seakan - menjauhkan mereka dari phobia HIV/AIDS itu sendiri.

Permisifisme dan liberalisme inilah biang kerok dari segala persoalan yang muncul di negeri ini. Dengan asas kebebasan dan Hak Asasi Manusia (HAM ) negara membiarkan masyarakat beraktifitas sekehendak mereka tanpa norma dan batasan dari negara.

Dengan dalih negara tidak mau mengekang hak asasi mereka sebagai warga negara. Sanksi dari negara yang tidak menjadikan jera dan bahkan seolah negara membiarkan kerusakkan ini terjadi,

inilah faktor - faktor penyebab semakin parahnya dekadensi moral (seks bebas dan LGBT ) dan sejenisnya ini semakin merajalela ditengah - tengah masyarakat.

 Jika negara terus membiarkan masalah ini tanpa mencari solusinya, maka sama saja negara  telah membiarkan HIV/AIDS menyerang anak - anak generasi bangsa, maka sama saja negara dengan sengaja telah menghancurkan generasi mereka sendiri.

Pengaturan dan Petunjuk dalam Islam 

Allah swt telah menurunkan Al Quran sebagai solusi tuntas seluruh persoalan manusia, termasuk HIV/AIDS. Allah swt melarang umat Islam melakukan seks bebas/zina, LGBT, narkoba yang merupakan akar masalah HIV/AIDS. 

Larangan zina ini telah termaktub dalam firman Allah swt Surat Al Israa' ayat 32 yang artinya "Dan janganlah kamu mendekati zina itu adalah perbuatan keji.

Dan Islam juga mengharamkan menkomsumsi narkoba sebagaimana dalam hadist Rasulullah saw : Ummu Salama menuturkan Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan ( HR Abu Dawud dan Ahmad ).

Pengharaman zina dan narkoba tidak sebatas larangan lisan, namun diaplikasikan secars praktis dalam Daulah Islam dalam bentuk pemberantasan segala hal yang terkait zina,LGBT dan narkoba.

Negara akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar hukum syara' selain untuk menebus dosa pelaku juga supaya memberikan efek jera bagi pelaku kemaksiatan. Daulah akan memberikan sanksi jilid dan rajam bagi pelaku zina dan narkoba.

Termasuk ta'zir sanksi diserahkan kepada ijtihad pemerintahan Islam atau qadhi ( hakim ). Selain itu Daulah juga bekerjasama degan masyarakat, keluaraga untuk melakukan penjagaan dengan penanaman agama dan akidah sejak dini kepada anak - anak.

 Solusi tegas ini diambil Daulah demi memutus rantai HIV/AIDS supaya tidak tumbuh lagi. Dan Daulah Islam akan senantiasa melakukam penjagaan kepada penduduknya terutama pada anak- anak.

Dari hal - hal yang membahayakan mereka karena Daulah tahu mereka adalah aset negara yang sangat berharga. Mereka adalah tonggak perubahan sebuah bangsa untuk menuju sebuah peradaban.

Sudah saatnya kita kembali kepada islam kepada syariatNYA untuk menyelesaikan semua persoalan yag ada ditengah - tengah umat yaitu dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah agar hidup penuh keberkahan, kemuliaan bai di dunia maupun di akhirat. [MO/gr]


Posting Komentar