Mediaoposisi.com|Salam Redaksi- Achmad Daniyal Alfatih, cucu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meninggal dunia pada Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 12.51 WIB

Bermula dari firasat Ayah dari Achmad Daniyal Alfatih berawal mula dari lari-lari dan melompat seperti merasakan kesenangan layaknya anak kecil yang baru bisa berjalan, tetapi di saat tidak ada yang mengawasi dia terpleset ke kolam.

Di saat jatuh tidak sempat tertolong dan dia meninggal.

Abdi selaku ayah daniyal berangkat ke kendari pada saat pukul 03.00 WIB. Didalam pesawat tertidur tidak seperti biasanya dia ia telah mengalami mimpi berada di laut dan sambil berenang

"Biasanya kan kalau ular laut mematikan tapi ini enggak, sampai akhirnya saya berenang sampai ke daratan," ujar Abdi.

"Sampai tepian saya melihat ke tengah laut itu kok ada suatu dataran, yang isinya banyak gedung-gedung indah, terus saya lihat pesawat saya enggak ada, kemudian saya terbangun," sambungnya.

Disaat tiba di kendari Abdi menceritakan ke Istrinya, kemudian sang Istri menganggapi bahwa mimpi itu hal yang lucu. Namun di saat dhuhur ada kabar bahwa anaknya sudah tidak sadarkan diri.

Kejadian di atas bukanlah sebuah pertanda akan terjadinya suatu hal. Melainkan ini adalah Qodarullah yang telah Allah tetapkan, seperti Jodoh, Riski, dan Maut.

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ

Tiap-tiap umat memiliki ajal (batas waktu); maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya walau sesaatpun dan tidak dapat pula menundakannya.” (QS.al-A’raaf: 34)

Nampak jelas ayat di atas bahwa setiap orang hidup pasti akan merasakan mati atau sering disebut meninggal. Perlu diketahui setiap orang yang meninggal pasti akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Cucu wiranto meninggal di saat masih balita, hal ini perlu diketahui bayi ini belum baligh sehingga belum terkena dosa dan  semoga mendapatkan syafaat di alam sana.

Maka dari itu pak wiranto, anda harus ingat dengan kejadian kematian ini. Janganlah anda membuat kebijakan yang sejatinya menjurus pada memusuhi apalagi membubarkan Ormas Islam.

Karena itu sebuah kesemena-mena'an saat memegang jabatan dan perli diingat di setiap kekuasaan akan diminta pertanggung jawabannya di Akhirat kelak oleh Allah SWT.[MO/sr]











Posting Komentar