Oleh: Heni Kusmawati, S.Pd

Mediaoposisi.com-Tak henti-hentinya umat dan ajaran islam di kriminalisasikan oleh orang-orang liberal dan sekuler.Dan  simbol-simbol islam tak luput dari serangan.


Tuduhan atas umat muslimyang taat akan agamnya dengan sebutan  ekstrimis atau radikal,Bahkan masjid menjadi korban tuduhan tempat orang-orang radikal berkumpul.

Selama ini kita paham bahwa masjid adalah tempat ibadah bagi umat islam. Keamanan dan ketenangan dirasakan saat memasukinya.

Sangat aneh jika ada orang yang menganggap masjid sebagai tempat yang terpapar radikalisme.
Seperti hasil survei yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara dari 100 masjid yang ada di lingkungan kementerian, lembaga serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 41 diantaranya terindikasi telah terpapar radikalisme. Terdapat tiga kategori tingkat paparan radikalisme. Pada kategori rendah ada 7 masjid, 17 masjid masuk kategori sedang dan 17 masjid masuk kategori tinggi (cnn Indonesia, 17/11/2018).

Bukan tidak beralasan hal semacam ini terjadi. Apalagi akhir-akhir ini umat islam sudah banyak yang sadar akan pentingnya islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Tersebab berbagai kriminalisasi ulama hingga pelecehan agama islam kerap terjadi.

Hal inilah membuat pihak-pihak yang tidak suka dengan islam yang menjadi antek kaum kafir panik dengan bersatunya kaum muslim sehingga terus mencari celah untuk menyudutkan umat islam.
Isu radikalisme ini sengaja dibuat oleh barat agar diterima oleh semua kalangan termasuk pihak-pihak yang tidak suka dengan islam.

Dengan isu ini, terjadi penyesatan politik yakni mengalihkan persoalan dari bobroknya sistem kapitalisme liberalisme menjadi islam yang disalahkan. Seolah-olah penyebab berbagai permasalahan muncul karena islam. Misalnya di Indonesia, menganggap karena islam umat terpecah belah, Khilafah yang merupakan ajaran islam akan merusak NKRI dan sebagainya.

Padahal penyebab munculnya berbagai permasalahan baik dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, keluarga, politik dan lain-lain adalah karena diterapkan sistem kapitalisme sekuler. Timor leste misalnya terpisah dari Indinesia bukan karena islam.

Islam adalah ajaran yang penuh rahmat bagi seluruh alam, justru islam lah yang akan menyelesaikan seluruh permasalahan kehidupan umat manusia. Karena Allah SWT mewajibkan kepada umatnya untuk senantiasa berhukum dengan hukum Allah dalam setiap perkara. Hal ini, agar terciptanya kehidupan yang aman, damai, serta terciptanya  keadilan.[Mo/an]


Posting Komentar