Oleh : Nurul Rachmadhani 
(Ibu Rumah Tangga, Komunitas Anggota Revowriter)

Mediaoposisi.com-Majelis Ulama Imdonesia (MUI) memperbolehkan bank syariah memakai dana non halal untuk kemaslahatan umat. Hal itu diputuskan dalam rapat pleno Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, di Ancol Jakarta Kamis (8/11) yang dipimpin ketua MUI dan cawapres Ma’ruf Amin.

Dana non halal yang dimaksud MUI adalah segala pendapatan bank syariah yang bersumber dari kegiatan tidak halal. Seperti, denda saat nasabah telat mengembalikan uang pinjaman dan pendapatan dari kegiatan penjualan produk. (CNNIndonesia.com)

Hal ini bisa terjadi karena sistem sekuler saat ini memang membolehkan. Sudah tak aneh dan menjadi biasa ketika riba malah dilegalisasi bukan dihindari. Mirisnya hal ini berasal dari salah seorang ulama yang keberadaanya sangat dapat mempengaruhi umat.

Peran ulama seperti inilah yang sudah terkena dampak dari sistem sekuler saat ini, memperbolehkan sesuatu yang haram menjadi halal. Membuat kebijakan yang bertentangan dengan syariat.

Bahayanya, apabila umat yang tidak paham bagaimana Islam dalam mengatur perekonomian yang seharusnya, maka mereka akan mudah terjerumus ikut membenarkan hal seperti ini. Yang berarti menghalalkan riba. Maka sistem sekuler dapat mereduksi loyalitas umat terhadap syariat.

Dalam Islam sudah jelas, segala sesuatu yang haram sampai kiamat pun hukumnya tetaplah haram. Tidak akan berubah menjadi mubah apalagi halal. Dalam Islam peran ulama sebagai penuntun umat juga terjaga. Karena peran ulama membimbing umat ke jalan syariat.

Maka sudah seharusnya. Sistem sekuler saat ini harus segera dicampakan. Ganti dengan sistem Islam yang mampu menjaga umat agar terus terikat dengan syariat.[MO/ge]





Posting Komentar