Oleh : Agus susanti 
(aktivis dakwah/anggota Amk3)

Mediaoposisi.com-Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak, Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang. Sebait lagu dari nicky astria ini adalah gambaran kehidupan saat ini.

Banyak orang yang menjadikan candaan sebagai bahan untuk meraih kebahagiaan dan pelipur dari penatnya kehidupan. Bahkan tak sedikit yang akhirnya menjadikan hal ini sebagai suatu propesi dan manjadi sumber penghasilan materi yang berujung kepopularitasan.

Salah satu ajang stand up comedy contohnya. Dari sini banyak muncul para komika dengan berbagai khas candaannya. Bahkan para selebriti juga turut andil di dalamnya.

Dengan alasan menghibur orang banyak merekapun tak sungkan untuk menunjukkan kekurangan orang lain sebagai bahan untuk ditertawakan. Bahkan yang sangat miris mereka juga kerap menjadikan agama sebagai bahan yang layak untuk disuguhkan di depan publik
.
Minggu 07 Januari 2018. Komika Ini Diduga Lecehkan Agama Islam Lewat Materi di Stand Up Comedy-nya ! Gee pamungkas, Uus, Joshua hermansyah, Ustadz Ambia. Materi lawakan yang mereka gunakan telah menodai islam.

Menjadikan hijab bagi wanita sebagai sesuatu yang mengekang dan masih banyak lagi contoh yang lain. Belakangan juga turut menyebar sebuah video singkat yang kembali menjadikan sariat islam sebagai bahan olokkan.

Tretan muslim dan Coki pardede  dalam videonya mengatakan bahwa sesuatu yang haram bisa dinetralkan menggunakan sesuatu yang halal sehingga hilanglah kadar keharaman dari benda tersebut. Dan yang paling menyedihkan  pelakunya adalah kaum muslimin itu sendiri.

Kapitalis dengan paham sekulernya telah membolak-balikan fakta. Dari sesuatu yang banar diubah menjadi salah, dan begitupula sebaliknya. Standart untung rugi telah membutakan mata hati dan akal sehat mereka, sehingga menghalalkan berbagai cara demi tercapainya keinginan mereka.

Remaja adalah sasaran yang rawan terkena virus dari berbagai hiburan yang berujung penyimpangan. Stand up comedy adalah salah satu acara yang mudah untuk merusak generasi muda. Dengan materi yang mampu membuat orang tertawa dan lupa akan masalah hidupnya.

Candu ini yang akhirnya mampu menghipnotis para pemuda sehingga menganggap apa yang di jadikan materi adalah hal yang wajar, meskipun sesungguhnya hal ini dilarang oleh agama.

Dari para komika mereka terus mamframingkan seakan-akan islam itu kaku, serius bahkan tidak menyenangkan dan kerap mengekang kebebasan.

Aksi pelecehan oleh para komika seakan tak pernah berhenti.Inilah dampak dari kelalaian pemerintah yang tidak bisa bersikap secara jernih. Pemerintah tidak mempersoalkan semua ini sebagai suatu kejahatan/ kriminal.

Walaupun secara fisik tidak ada yang terluka, namun banyak umat yang tersakiti. Sebab, ini adalah pelecehan terhadap satu akidah yang diyakini mayoritas penduduk di Indonesia.

Ini juga akibat dari penerapan sistem kapitalis-sekuler sehingga manusia hanya memfokuskan hidup untuk materi dan mengabaikan perintah dan larangan Tuhan-Nya dalam menjalani rutinitas kehidupan.

Tentu hal ini menjadi perhatian yang sangat penting untuk kita semua. Sebab aksi para komika bisa berdampak buruk untuk generasi bangsa dan seluruh rakyat. Para fans pengikut dari acara stand up comedy ini rawan untuk akhirnya mengikuti langkah sang idola.

Yakni abai terhadap aqidahnya sendiri dan cenderung untuk semakin jauh dari aturan sang kholiq.
Ini berbeda bila sistem yang diterapkan adalah islam. Sebab islam telah sempurna dalam mengatur segala aktivitas manusia dari bangun tidur hinggu tidur kembali.

Termasuk di dalamnya masalah hiburan dan pemeliharan aqidah sehingga tak terjerumus dalam penyimpangan. Islam sendiri tidak mengharamkan candaan, bahkan Rasulullah sendiri juga suka bercanda.

Misal dalam kajian diselipkan candaan hingga peserta tidak bosan dan suasana hidup, asal jangan berlebihan. Karena terlalu banyak tertawa bisa mematikan hati. Tapi tetap candaan ya harus sesuai dengan batas-batas Syariat islam.

Ketika perempuan tua bertanya kepada Rasul "ya utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku ini ada di surga? Rasul menjawab" ya ummi sesungguhnya di Surga tidak ada perempuan tua". Perempuan tua itu menangis.

Lalu Rasulullah mengutip salah satu ayat Allah Qs. Al waaqiah:35-37 : "sesungguhnya kami ciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan kami jadikan  mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya". (HR. Tirmidzi).

Aturan tentang bercanda ini juga berlaku untuk kita ketika bergurau, yakni sebagai berikut :

1. Tidak mempermainkan islam.

2.Tidak berbohong

3.Tidak menyakiti /mencela

4. Tidak meniru jenis kelamin lain.

Para ulama sepakat pelaku istihza'fiddin dikategorikan kafir dan dia wajib dibunuh. “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia." (HR.Abu Daud ).

Islam sangat menjaga kemurnian dan kesucian sebuah agama, dan sangat tegas terhadap pelaku pelecehan agama dengan memberlakukan hukuman yang keras. Sehingga tidak memberikan kesempatan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa.

Maka dari itu sudah sepatutnya kita kembali pada sebuah sistem yang terbukti mampu menjaga kemurnian islam dan juga kesejahteraan rakyatnya tanpa harus mencela atau menyakiti siapapun dalam naungan Negara yang menerapkan syariat islam kaffah.[MO/gr]

Posting Komentar