Oleh: Nasrudin Joha 

Mediaoposisi.com-Setelah terpojok isu masjid radikal di BUMN, BIN buru-buru buang badan. BIN berkilah, itu hasil 'kutipan' dari 'penelitian' P3M NU. Tudingan beralih, dari masjid ke 'orang-orang' yang menjadi penceramah di masjid.

BIN berdalih, itu untuk Early Warning, untuk meningkatkan kewaspadaan, untuk menjaga sikap toleran dan untuk menghargai kebhinekaan. Lantas, jika pernyataan sepihak dari penelitian yang tidak jelas ini telah menyakiti hati kaum muslimin, dimana letak menjaga sikap tolerannya ?

Dimana penghargaan atas kebhinekaan ? Apakah jika itu terkait umat Islam, orang bebas menebar tudingan dan ujaran yang menyesakkan dada umat Islam ?

Coba Klo itu terkait gereja, saya jamin data itu disimpan, diverifikasi berulang-ulang, dianalisis berjenjang, sampai akhirnya hilang berdasarkan kesimpulan menjaga keamanan dan ketertiban. Tetapi jika itu terkait masjid, kenapa data itu cepat diumbar ke publik ?

Setelah merasa 'ditampar' karena menuding masjid, sekarang beralih kepada 'orang yang memakmurkan masjid'. Para da'i yang mengisi ceramah dan Khutbah di masjid yang dipersoalkan.

Kalau terus-terusan menebar tudingan, sudah data saja seluruh masjid dan diisi semua khutbah Jumatnya oleh anggota BIN. Biar urusan selesai, biar tidak banyak mengumbar kegaduhan. Bikin saja training khatib buat seluruh anggota BIN.

Kenapa mudah sekali menyakiti umat Islam ? Kenapa mudah sekali menggunakan 'data survey' untuk mengumbar statement yang sangat sensitif ?

Kenapa anggota BIN tidak dikirim saja ke Papua, melakukan kajian terhadap gangguan disintegrasi di Papua ? Yang jelas mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

Kenapa masjid yang nyaman untuk ibadah, mesti difitnah dengan pernyataan yang meresahkan ? Kalo benar ada, kenapa tidak ditangani secara rahasia, deteksi dini, atau penegakan hukum. Kenapa mengadili berdasarkan persepsi dan tudingan ? Bawa saja ke meja hijau jika para khatib melanggar itu hukum.

Jika BIN tak sanggup membawa penceramah dan khatib masjid ke meja hijau, berarti semua yang dinyatakan BIN baik langsung maupun apa yang dikutip dari lembaga lain, adalah tudingan semata.

Jika rakyat merasa tidak aman dari gangguan lembaga negara, lantas mau Kemana rakyat mencari perlindungan ?

Aneh bangsa ini. Yang tersangkut korupsi, kader partai terlibat ton-tonan narkoba, pembunuhan merajalela, tidak ditindak secara profesional. Masjid yang sudah baik, ada yang mengisi dan memakmurkan malah dipersoalkan.

Sebenarnya maunya apa ? Masjid kosong itu yang diinginkan ? Atau masjid sepi dari syiar dan dakwah ? Masjid hanya untuk Wirid saja ? Atau semua ini bukan salah BIN, tapi salah komunikasi jubir BIN saja ?

Oh sudahlah, hentikan. Sinetron ini terlalu buruk, bahkan oleh sutradara pemula atau pemain amatiran. Berhentilah menyakiti hati umat Islam, berhentilah menebar teror dan ancaman. Ingat ! Allah SWT akan menghisab semua perbuatan di yaumul hisab kelak. [MO]

Posting Komentar