Mediaoposisi.com-Sumpah pemuda sejatinya wacana persatuan dalam bingkai kebangsaan yang berbasis pluralisme.

Persatuan yang dibangun dengan ikatan rapuh yang tidakmemiliki kejelasan visi. Sumpah yang dilatarbelakangi oleh kondisi negeri yang terjajah tanpa memahami konsep Islam mengatur kenegaraan.

Sebagaimana sama yang terjadi di negeri-negeri muslim lainnya di masa itu, ada pengaruh sentimen kebangsaan yang dimunculkan sebagai bagian skenario untukmenghancurkan institusi kaum muslim, yakni Khilafah.

Membangun masa depan dengan modal persatuan semu kebangsaan justru hakekatnya adalah membangun perselisihan antar bangsa, yang dari situ akan lahir cikal bakal sentimen nasionalisme. Inilah yang menyebabkan kaum muslim terperdaya dalam institusi dan perjuangan semu daripada bersatu dalam kesatuan shohih berdasarkan Ideologi Islam.

Olehnya itu, kesadaran perlu dibangun, Mahasiswa muslim harus jeli membaca ulang penyesatan sejarah dan pemikiran yang dipaksakan di negeri-negeri mereka.

Harus ada kesadaran untukmemperjuangkan kebangkitan dengan sungguh memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Khilafah merupakan satu-satunya sistem politik suci yang mampu mensinergikan komponen sistem lainnya seperti hukum, pemerintahan, ekonomi, pertahanan dan keamanan tanpa terjadi distorsi satu sama lain.Khilafah secara historis telah mengantarkan ummat Islam menjadi ummat terbaikdan mengantarkan umat Islam pada puncak peradaban hingga Barat pun berkiblat padanya. Saatnya mengembalikan kemuliaan peradaban Islam.

Mahasiswa muslim tentu memiliki peran strategis sebagai katalisator perubahan ini. Rajutpersatuan hakiki berbasis Ideologi, campakkan pembodohan sakral sumpah pemuda[MO/an].

Posting Komentar