Oleh:Fatimah
"Siswi SMP Negeri 1 Rancaekek"


Mediaoposisi.com-Fakta terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan luas lahan baku sawah nasional 2018 hanya sebesar 7,10 juta hektare. Jumlah itu menyusut ketimbang luas pada lima tahun lalu.

selain itu juga di Kecamatan Telukjambe Barat pasti ada lahan pertanian yang sudah ditetapkan dalam Perda LP2B. Karena satu-satunya kecamatan yang tidak ada LP2B ialah Kecamatan Cikampek. Sudah tidak ada sawah di sana. Karawang sudah menetapkan 87.000 hektar lahan pertanian yang  tidak boleh dialihfungsikan hingga tahun 2030.

Fakta di atas menunjukan bahwa pemerintah gagal mewujudkan ketahanan pangan bagi rakyat dengan membiarkan pengalih fungsian lahan.

Hal ini tentu berbahaya bagi rakyat dikarenakan ketahanan pangan untuk kedepamnya. Sementara jumlah lahan pertanian yang ada saat ini sekitar 97.000 hektar.

Di khawatirkan bahwa keberadaan transit oriented development (TOD) akan memicu pengembangan pembangunan hingga menimbulkan alih fungsi lahan di sekitarnya. Alih fungsi lahan sawah menjadi nonsawah menjadi salah satu isu dengan ketersediaan pangan, terutama beras. Satu yang pasti, penyusutan luas lahan baku sawah terjadi akibat pembangunan yang gencar.

Perlu dipersiapkan usaha apa yang akan dilaksanakan ke depan jika sudah tidak ada lagi sawahnya. Jangan nanti sudah dibangun baru berdampak. Jika dibiarkan rakyat kian sengsara.

Solusi dari semua permasalahan ini hanyalah dengan menerapkan islam secara kaffah dalam bingkai khilafah, dengan begitu persoalan alih fungsi lahan dapat di atasi. perlunya kesadaran bagi masyarakat untuk menerapkan islam secara kaffah, maka dari itu kita selaku pengemban dakwah haruslah mengubah pola fikir masyarakat dengan berdakwah bersama sama. saling rangkul dalam kebaikan.[Mo/an]

Posting Komentar