Mediaoposisi.com- JAKARTA - Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengungkapkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait ‘Aksi Bela Tauhid’ yang akan dilaksanakan Jumat (2/11).

Pihaknya akan mengerahkan 716 personel untuk menjaga arus lalu lintas di wilayah pelaksanaan demo.

“Jadi untuk Jumat (2/11) direncanakan ada unras (unjuk rasa) dari kelompok  masayarakat yang menamakan diri ‘Pembela Pembakaran Bendera Tauhid’. Titik lokasi demo ada di depan Kantor Menkopolhukam dan juga depan istana,” ujar Sudarmanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/11).

Surabaya - Setelah sempat ditunda, aksi Parade Tauhid di Surabaya akan digelar pada Jumat (2/11). Aksi yang kabarnya diikuti 10.000 hingga 15.000 orang tersebut akan dilakukan usai salat Jumat.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya telah mengantongi surat pemberitahuan.

"Surat pemberitahuan namanya, sudah diajukan, kan hanya memberitahukan saja kalau aksi. Polisi wajib mengamankan," tegasnya saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Kamis (1/11/2018)


Sedangkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Wiranto menyebut bahwa“Pancasila dikagumi betul,

di luar negeri dikagumi betul. Kok bisa gitu negara yang begitu luas, suku bangsanya ada 714, bahasanya ada 1000 lebih kok bisa bersatu? Pancasila,”

kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum Stadium Generale KU-4078 di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Namun faktanya sekarang saat ada Umat Islam yang menyeru meminta keadilan, keadilan yang seharusnya di berikan kepada Rakyat malah tidak di tanggapi.

"Ya enggak boleh. Itu kan sudah menduakan merah putih. Menduakan Pancasila,"ujar wiranto usai memberikan sambutan dalam Sosialisasi Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara di Hotel Utami, Surabaya, Senin (29/10).

Seharusnya Men.Pol.Hu.Kam memperhatikan suara Rakyat, bukan hanya menyandang profesinya tapi memperhatikan tanggujawabnya.

Dalam sila pertama disebutkan Ketuhanan YME, di dalam butir-butirnya rakyat di beri keamana dan perlindungan dalam melakukan ibadahnya,

Namun kenapa saat Umat Islam yang notabenya sebagai pencetus, penggagas berdirinya bangsa malah di asingkan, di bully, di jauhkan dari agamanya.

"Kalau mau kibarkan lagi ya silahkan sana cari tempat lain yang bisa menoleransi.

Orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ya jangan merusak, pergi saja dari Indonesia bikin saja tempat lain sana yang sesuai dengan ideologinya," ujar Wiranto.[MO/gr]

Posting Komentar