Oleh: Mira Susanti 
(Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Mediaoposisi.com-Tak bisa dipungkiri di era digital saat ini meningkatnya jumlah kasus yang mendera generasi millenial. Terutama dalam masalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang menjangkiti mereka dianggap suatu perbuatan yang harus dimaklumi.Semua itu dibuktikan dengan beredarnya foto-foto kasus pernikahan sejenis yang terjadi di daerah Pasaman Barat yang cukup heboh beberapa waktu lalu.

Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia Wilayah Sumatra Barat Katherina Welong mengungkapkan penelitian diambil di 4 titik di Sumbar. Yakni Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, dan Kabupaten Solok. Diperkirakan terdapat 14.469 orang pelaku hubungan Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau gay di Sumatera Barat (REPUBLIKA .CO. ID).

Tidak hanya itu ajang pemilihan miss wariapun sempat digelar serta berbagai situs media sosial pun ikut menambah deret hitam buramnya pergaulan generasi saat ini. Masyarakat tentu tidak banyak yang menyadari bahwa perbuatan tercela yang digandrungi anak-anak generasi sekarang justru sangat memprihatinkan, dan bahkan sangat mengancam keluarga muslim bukan karena mereka masih labil tetapi semua itu pasti ada sebab yang membuat keberadaan mereka seperti jamur yang tumbuh subur ,yang tak bisa dibendung. Atau menjadi suatu wabah penyakit  yang bisa menular kemana-kemana tanpa permisi.

Dengan tegas Allah telah menyatakan bahwa fitrah manusia diciptakan dengan dua jenis, laki [dzakar] dan perempuan [untsa] [Q.s. al-Hujurat: 13]. Allah pun memberikan kepada masing-masing syahwat kepada lawan jenisnya [Q.s. Ali ‘Imran: 14]. Karena itu, Allah menetapkan, bahwa mereka dijadikan hidup berpasangan dengan sesama manusia, pria dengan wanita. Tujuannya, agar nalurinya terpenuhi, sehingga hidupnya sakinah, mawaddah wa rahmah  [QS. ar-Rum: 21].

Dari pasangan ini, kemudian lahirlah keturunan yang banyak, sehingga eksistensi manusia tidak punah .Allah Melarang berzina, apalagi menikah dengan sesama jenis. Karena itu, baik zina maupun sodomi, dan sejenisnya diharamkan dengan tegas. Pelakunya pun sama-sama dihukum dengan hukuman keras.

Akar Masalah dan Bahaya LGBT
Perbuatan LGBT ini jelas tidak sesuai dengan fitrah manusia akan tetapi adalah prilaku menyimpang. Yang merupakan strategi bagi negara penjajah untuk mempertahankan penjajahannya dalam rangka merusak tatanan kehidupan masyarakat yang telah Allah tetapkan.

Beberapa faktor  yang menyebabkan perilaku LGBT ini berkembang pertama faktor ekonomi dalam rangka mengurangi jumlah populasi penduduk disebabkan karena kemiskinan pada akhirnya prilaku ini di anggap sebagai solusi.

Kedua faktor pola asuh ditengah keluarga baik dalam maupun di luar rumah.Ketiga, LGBT juga bisa terjadi karena faktor lingkungan, pergaulan, bacaan dan tontonan yang hadir di tengah-tengah masyarakat yang tidak mendidik. Maka Ketiga faktor ini menjadi pemicu lahir, tumbuh dan berkembangnya LGBT di dunia. Karena LGBT ini bukan fitrah, tetapi penyimpangan perilaku, maka LGBT ini justru membahayakan individu, keluarga, masyarakat dan negara.

Tentu saja bagi individu perilaku menyimpang ini pasti membuatnya tidak bahagia,selalu di hantui dengan rasa cemas,kegelisahan, karena menyalahi fitrah. Ketakutan dan rasa khawatir akan kehilangan pasangan jauh lebih besar. Akibatnya, ketika ditinggalkan pasangannya, dendam dan tindakan nekat tak jarang dilakukan. Membunuh, mutilasi, menyodomi mayat, dan sebagainya adalah indikasi kerusakan mental penganut LGBT ini.

Mereka pun tak jarang terjangkiti virus HIV/AIDS, karena perilaku menyimpang mereka. Virus menular dan mematikan ini pun kemudian dibawa pulang, mengancam keluarga. Membuat keluarga menjadi tidak tenang, karena merasa was-was dan dalam ancaman virus menular dan mematikan ini. Selain itu, keberadaanya pun menjadi aib bagi keluarganya.

Bagi masyarakat dan negara, dengan mentalitas mereka yang lemah dan rusak, ditambah efek penyebaran virus LGBT secara massif, dengan dukungan individu, negara dan badan dunia, menyebabkan dampak kerusakan dan destruktifitasnya menjadi ancaman nyata bagi masyarakat dan negara. Bahkan, LGBT telah menjadi bagian dari penjajahan di dunia Islam itu sendiri.

Solusi tuntas memberantas LGBT
Berdasarkan fakta-fakta di atas, maka penyelesaian LGBT ini harus menyeluruh dan sistemik. Negara hadir untuk menjadikan Islam sebagai ideologinya jelas tidak akan mentolelir LGBT. Dengan aqidah islamnya menyakini bahwa Allah telah menjamin Rizki setiap mahkluk Nya.

Islam yang diterapkan negara  telah mejamin distribusi barang dan jasa dengan hukum yang adil, sehingga tak ada satupun warga negara yang tidak mendapatkan bagian.  Dalam konteks pendidikan, di dalam keluarga yang disinari dengan cahaya Islam, maka sejak dini anak sudah dididik dengan Islam, dan hukum-hukumnya.

Orang tua pun bertanggungjawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Menjadikan keluarga sebagai madrasah pertama bagi mereka benar-benar diwujudkan dengan sempurna. Itu meniscayakan pasangan suami-isteri menjadi orang-orang yang alim tentang Islam, mengerti hak dan kewajibannya, termasuk hak dan kewajiban anak-anaknya.

Semuanya ditunaikan dengan sempurna. Dengan begitu, celah penyimpangan perilaku pada anak, sejak dini bisa dideteksi dengan mudah, dan diatasi. Sampai hal-hal yang detail, seperti berpakaian, tutur kata, cara berjalan dan sebagainya, semuanya bisa dibentuk sesuai dengan standar hukum Islam.

.Ketika penyimpangan itu terjadi, negara pun dengan tegas menghukum pelakunya,bagi lesbian dan gay, atau biseksual yang  sejenis bisa dihukum dengan hukuman mati atau dengan cara dijatuhkan dari bangunan tertinggi, atau dengan cara yang lain. Sedangkan bagi transgender, jika tidak sampai melakukan sodomi dengan sesama lelaki, atau dengan sesama perempuan, maka dia akan dikenai hukuman ta’zir.Dengan cara seperti inilah, maka LGBT ini akan bisa diberantas hingga ke akar-akarnya.

Perlu adanya sikap kolektif bagi semua elemen bangsa untuk menyelamatkan generasi saat ini dari bahaya pergaulan sejenis yang bisa mengundang azab Allah SWT. Dengan cara kembali kepada fitrahnya sebagai Hamba Allah yang berakal untuk menjalankan kehidupan ini sesuai dengan aturan yang telah Allah tetapkan melalui tuntunan Al-qur'an dan sunnah. Yang mampu menjamin kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Sehingga para prilaku LGBT bisa tidak terus berkembang menjadi suatu wabah yang menakutkan generasi negeri ini.[MO/sr]

Posting Komentar