Oleh:Imambaik

Mediaoposisi.com-| Redaksi-Ternyata Sampah DKI Jakarta yang dibuang ke Bekasi kini menjadi sebuah polemik. Hal itu membuat Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Tri Adhianto sedikit geram , membandingkan di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Anies Baswedan saat memimpin Jakarta kala itu.

Kenapa yang selama ini (Ahok) bisa terjalin dengan baik, sekarang kok gubernur (Anies) menjauh. Dulu (pembangunan) tol zaman Pak Ahok juga suka bantu," jelasnya di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Gubernur DKI Jakarta Anies kembali angkat bicara mengenai permasalahan antara pihaknya dengan Pemkot Bekasi mengenai pengelolaan sampah di Bantar Gebang.

Hal itu setelah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengeluhkan komunikasinya yang sulit dengan Anies terkait kelanjutan kerja sama pemanfaatan lahan TPST Bantargebang.

Anies mengatakan, segala kewajiban Pemprov DKI terkait pembayaran sampah ke Pemkot Bekasi sebenarnya sudah dilaksanakan. Pada Mei lalu, Pemprov DKI telah membayarkan uang kompensasi bau Bantargebang senilai Rp 194 miliar.

Namun pada Februari lalu, kata Anies, Pemkot Bekasi menginginkan adanya bantuan dana yang sifatnya kemitraan atau hibah untuk proyek-proyek di Kota Bekasi.

Beberapa proyek itu yakni proyek jembatan layang Rawa Panjang senilai Rp 188 miliar, proyek jembatan layang Cipendawa Rp 372 miliar, pembangunan crossing Buaran Rp 16 miliar, dan peningkatan fasilitas penerangan jalan umum Kota Bekasi Rp 5 miliar.

"Ini di luar perjanjian sampah minta anggaran seperti itu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu, (21/10).[MO/an]

Posting Komentar