Oleh :Merli Ummu Khila
 "Pegiat Dakwah, Kontributor Media" 

Mediaoposisi.com-Panggung stand-up comedy semakin sering saja membawa isu agama dalam materi lawakan nya, beberapa komika yang menyinggung ummat islam karena diduga mengolok-olok agama. Meski mendapat banyak kecaman dari masyarakat tetapi tetap saja banyak komika yang tidak jera.

Baru -  baru ini ummat islam di buat tersinggung oleh sebuah video yang diunggah oleh seorang komika yang bernama Reza Pardede, yang terkenal dengan nama panggung Coki bersama rekannya Tretan Muslim. Pasalnya, komika itu mengunggah video berjudul “Puding Babi Kurma Madu.” Dalam video itu dia sedang memperlihatkan daging babi sambil mengatakan   neraka .. neraka..api neraka. " dan pernyataan." apakah ketika daging babi direndam air kurma lalu sari-sari kurma masuk ke pori-pori daging itu lantas cacing pitanya jadi mualaf.?

Tentu saja hal ini sama dengan mengolok-olok agama. Seorang  komika biasanya membawakan lawakannya di atas panggung tidak spontan, sebelumnya tentu dia sudah menyiapkan materi lawakan yang akan dia bawakan. Tentu saja ada sebelum nya dia sudah bisa memperkirakan respon penonton. Berarti dia sadar betul apa yang dia bicarakan.

Kurang nya sanksi sosial masyarakat dan respon aparat atas pengaduan pada para komika, sehingga tidak memberikan efek jera bagi mereka yang suka mengolok agama islam. Mirisnya penonton yang bisa jadi mayoritas muslim pun ikut bertepuk tangan atas lelucon mereka. Ikut menertawakan, seolah tanpa beban.

Dalam islam,  apapun bentuk nya candaan yang mengandung kedustaan itu tidak diperbolehkan apa lagi mengolok - olok syariat. Sabda Rasulullah SAW .

“Celakalah orang yang berbicara, padahal ia berbohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).


Allah berfirman :

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya Bersanda Gurau dan Bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-nya kamu selaluBerolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman[At Taubah : 65-66]

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa hukumnya sangat berat yaitu bisa keluar dari agama Islam.Perlu diperhatikan juga bahwa menjadikan agama sebagai candaan atau mem-plesetkan istilah-istilah agama adalah kebiasaan orang Yahudi,

Beginilah jika islam tanpa perisai, Islam tanpa pemimpin yang mengayomi. Meski di negeri yang mayoritas muslim, di Indonesia  ummat islam bak buih dilautan, banyak secara kuantitas tapi tanpa kekuatan. Apalagi negara menganut sistem sekuler. Agama bukan lah prioritas, agama hanya untuk urusan ibadah, dalam bernegara agama sengaja dipisahkan.[MO/an]

Posting Komentar