illustrasi

Oleh:
Siti Rahmah

Mediaoposisi.com-Aksi seorang muslim pemain UFC Khabib  yang kemudian menjadi viral di sosial media memang begitu heroik. Bagaimana tidak, dia diam ketika harga dirinya dan keluarganya direndahkan. Dia tidak bergeming dengan itu, dia fokus pada pertandingan sampai akhirnya dia menjadi seorang pemenang.

Tentu bukan permainan yang berbuah kemenangan yang menjadi sorotan dan kemudian menjadi kebanggaan masyarakat dunia muslim. Karena sudah sama-sama diketahui pertandingan UFC adalah pertandingan keras dan nilai entertainmen yang tinggi. Tapi aksi heroik yang menjadi kebanggaan itu justru terjadi setelah pertandingan selesai. 

Bagaimana beringasnya seorang khabib yang tidak mampu menahan diri ketika agamanya yang dihina. Dengan cepat khabib loncat keluar ring untuk menghajar seorang penista yang durjana. Tidak ada ampun, tak ada toleransi, tak peduli resiko itulah kiranya yang ada dalam benak Khabib ketika mendengar ucapan hina dari mulut kotor sipenista. Atas aksi heroiknya tersebut masyarakat dunia angkat topi kebanggaan. Beritanyapun menjadi viral, seoalh telah lahir idola baru ditengah minusnya sosok pemuda kebanggan Islam.

Lahirnya Idola Baru

Sosok hero, mungkin itu yang sedang dirindukan generasi saat ini. Pahlawan yang mampu menggerakan dirinya, hatinya dan semua kemampuannya untuk membela kaum muslimin. Umat Islam sudah lama jengah dengan semua penistaan yang dilemparkan musuh Islam. Namun kelemahan menyergap tubuh kaum muslimin. Sehingga diam dan tak berdaya lebih sering dinampakan dalam semua peristiwa. Didalam negeri sendiri sering kita melihat bagaimana agama yang mulia ini dinista oleh orang-orang bodoh yang tak bernorma. 

Diluar negeri, Rohingnya, Uighur, Palestina, Suria dan yang lainnya. Islam dinista dengan segala rupa. Di negeri Barat dan Eropa Islam menjadi olok-olok manusia kotor, tapi lagi-lagi dunia diam. Umat Islam tak berdaya untuk sekedar mengecam. Hari ini kita menyakiskan dengan tatapan penuh makna.

Seorang pembela kehormatan Islam yang mampu menghempaskan dan menyumpal mulut kotor para begundal dengan kekuatannya. Tentu kekuatan yang dimilikinya bukan hanya sekedar kekuatan fisik sebagai seorang pemenang, tapi kekuatan Iman yang mendorongnya menuntaskan permainan antara kebenaran vs kebathilan.

Lahirnya Kekuatan Baru
Pertarungan kebenaran vs kebatilan sejatinya belum usia. Ini belum berakhir, anggap saja ini sock terapy yang diberikan kaum muslimin untuk para begundal. Dalam hal ini kaum musliminpun tentu tidak boleh langsung berpuas diri, tidak boleh terlena dengan euforia semu. Karena sejatinya musuh Islam belum kalah, mereka masih memiliki segudang cara untuk menyerang dan terus menghantam umat Islam. Mereka tidak akan pernah diam dan tidak akan pernah takut hanya dengan kekuatan satu orang. 

Khabib yang sekarang dijadikan idola baru pemuda, hendaknya jadi pelecut bagi pemuda Islam untuk membela dan terus berjuang sampai agama ini dimenangkan. Pemuda Islam harus menyatukan kekuatan, menyatukan energi iman dengan sebuah perubahan besar. Perubahan yang mampu melahirkan para idola sejati kaum muslim, perubahan yang bisa menyumpal mulut kotor para begundal, perubahan yang benar-benar mampu mengalahkan musuh Islam dan membawa umat Islam pada kemenangan sejatinya. 

Umat Islam harus terus menggelorakan ghiroh perjuangan dalam pertarungan melawan kebathilan sampai Islam dimenangkan. Sampai tidak ada lagi ucapan kotor yang menghina agama ini. Sebagaimana yang dicontohkan teladan terbaik umat ini, Rasululloh saat memaklumkan perang bagi penghina kehormatan muslimah.

Sebagaimna para khalifah terdahulu seperti  Khalifah Abdul Hamid yang memaklumkan jihad akbar ketika Perancis hendak menggelar pertunjukan teater karya Voltaire yang menghina Rasululloh saw sampai akhirnya Perancis membatalkan rencananya karena takutnya dengan kekuatan kaum muslim.

Sejatinya lahirnya kekuatan Islam yang bisa benar-benar bisa melindungi harkat, martabat, harta, kehormatan dan jiwa kaum musliminlah yang dirindukan. Berbekal iman yang terhujam bergenggam tanganlah dengan para  pejuang untuk mewujidkannya.[MO/an]


Posting Komentar