(Foto : Adi  Kontributor MO /18/10)

Mediaoposisi.com- Rezim ini sudah sejak awal berkuasa memang bersikap anti islam. Bisa kita lihat ketidak sukaanya terhadap ummat Islam. Tidak berhenti dengan persekusi-persekusi terhadap para ulama seperti Habib Reziq,G us Nur, Ust Alvian Tanjung.kini aktivis muslim jadi korban kekerasan oknum penguasa.

Aksi Damai mahasiswa Sultra di adakan pada pukul 08:05 WITA  didepan gedung MTQ Kendari Sultra ( 18/10/18). Aksi damai menolak kenaikan harga BBM naik serta ekonomi yang memburuk karena kenaikan Dollar AS serta kebijakan terkait Jokowi yang menyengsarakan rakyat. Sungguh miris sebab aksi damai mahasiswa Sultra di balas dengan pukulan" yang di lakukan oleh oknum kepolisian. Ada dua korban kekerasan dari oknum kepolisian  yaitu Hikma Sanggala dan Supriadi.

Kasat Intelkam mendorong saudara hikma dengan posisi mencekik yang awalnya mencoba  melerai  rekanya dari pukulan pihak kepolisian.

Kekerasan bukan hanya di alami oleh Hikma.Supriadi juga merasakan pukulan tepat di wajah Supriadi.

Aksi pemukulan dan pengejaran oleh terhadap masa aksi  oleh kasat intelkam terus terjadi kurang lebih 15 menit sampai kemudian berhasil dilerai dan masa aksi menarik diri dari tempat aksi.

Kejadian pemukulan Aktivis muslim Sultra tidak jauh berbeda dengan pencekalan seminar Sudirman said di UGM beberpa waktu yang lalu.

Menggunakan pihak kampus untuk membubarkan seminar Jelas kentara sekali rezim ini panik atas sikap kritis para aktivis mahasiswa apalagi terhadap opini" ummat Islam hingga tindakan anarkis dan kriminal pun tak segan" dilakukan Pemerintah seakan sudah bersepakat untuk melakukan segala cara untuk membungkam kekritisan ulama" dan para aktivis Islam.[MO/an]

Posting Komentar