Oleh : Ummu Najmi

Mediaoposisi.com-Bocah lelaki usia 10 tahun ditangkap warga lantaran diduga mencabuli bayi di Karawang. Bayi lelaki umur 1,5 tahun tersebut tewas akibat kejadian tersebut.  Terduga pelaku mengaku mabuk lem kepada wartawan warga yang menginterogasinya. Yadi (41), tetangga korban sekaligus saksi, orang yang pertama kali menemukan bayi malang itu bersama terduga pelaku. Keduanya tengah berada dalam toilet musala di sebuah perumahan, kawasan Klari, Kabupaten Karawang, Kamis (27/9) sore.

Saat ditanyai warga, dia (bocah terduga pelaku) mengaku berumur sepuluh tahun. Kelihatannya seperti sedang teler,”Kata Yadi di tempat kejadian perkara, Jum’at (28/9/2018). (Detik News, Jum’at, 28/9/2018).

Kejadian yang terjadi ini menandakan bahwa sudah hilangnya fungsi keluarga dalam membina anak-anaknya sehinggga moral anak semakin rusak, masalah ini kehidupan keluarga ini adalah karena kurangnya waktu yang dihabiskan orang tua dengan anak-anak karena ayah dan ibu memiliki tuntutan pekerjaan yang juga membuat kondisi pernikahan menjadi teganhg ; penderitaan dari “Superwoman” (perempuan perkasa) yang berjuang untuk menyeimbangkan tanggung jawab kehidupan rumah dengan karir atau pekerjaan dengan pemeliharaan tinggi. Sehingga sedikit orang tua untuk merawat anaknya dengan baik, sehingga anak menjadi korban.

Permasalahan ini tidak lepas dari sistem yang diemban negara yaitu sistem kapitalis, karena untuk menjadikan orang menjadi baik ada tiga pilar yang harus menaunginya yaitu individu, masyarakat dan negara. Sistem kapitalis dengan ide kebebasannya telah merusak institusi keluarga dan membuat ketentuan berdasarkan “Status individu” ide ini telah membinasakan masyarakat sehingga nilai moral, kemanusiaan dan spiritual menjadi jatuh dan tidak ada pertimbangan yang diberikan kecuali untuk mendapatkan keuntungan materi. Arah pandang yang rusak dari sistem kapitalis ini menjadikan orang tidak berdaya dalam memahami masalah dan memberikan solusi, jadi ‘kebebasan’ adalah pasak ketidakmampuan dan kegagalan.

Krisis keluarga ini terjadi karena sistem yang rusak yang terputus dari kultur ajaran Islam yang telah secara paksa dikenalkan dan wajib diterapkan atas umat, membentuk keadaan yang penuh dengan kekacauan, karena kegagalannya di satu sisi dan secara prinsip bertentangan dengan ajaran, kriteria dan keyakinan umat, disisi lain kita hidup pada keadaan disosialisasi yang kelam,antara agama yang dipercaya, yang secara nyata tak terpisahkan dari hidup dan hukum-hukum berdasarkan pemisahan agama dari kehidupan. Percampuran hal yang bertentangan ini merusak dan tidak membangun dan membuat situasi individu serta masyarakat menjadi krisis yang rumit berlipatganda.


Islam adalah sebuah sistem yang akan mampu membina keluarga sehingga akan mencapai kebangkitan, kedamaian, harmoni dan keseimbangan serta menghasilkan kepribadian yang bertanggung jawab dan dewasa. Karena Islam telah mengatur tugas perempuan dan laki-laki dengan benar,sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi dan peranya masing-masing  sesuai dengan kapasitasnya dan tugas ini tidak bertentangan satu dengan yang lainnya tapi berjalan seimbang.
Seperti itulah Islam memberikan jaminan dan penjagaan terhadap keluarga sehingga menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah warohmah, semua ini tidak bisa dilaksankan tanpa naungan Daulah Khilafah Islamiah yang akan membawa keberkahan dimuka bumi ini, sudah selayaknya kita berusaha untuk segera menegakkannya.[Mo/an]



Posting Komentar