Oleh: Reni Tresnawati 
( Pemerhati Generasi )

Mediaoposisi.com- Belum lama ini terungkap adanya grup gay pelajar SMP di Garut. Melalui screenshoot laman grup FB menyebar di berbagai grup aplikasi pesan WhatsApp (WA), membuat heboh warga Garut, seperti di lansir dari Kompas.com.

Grup pecinta sesama jenis juga ditemukan di Karawang. Bahkan anggotanya lebih banyak dibanding Garut. Ada 6.425 anggota. Di kutip Republika CO.ID. Tak jauh dari Karawang tepatnya di Cikarang, pihak sekolah di satu SMPN Cikarang Selatan berhasil membongkar jaringan mesum siswa-siswi mereka, yang tergabung dalam satu grup aplikasi percakapan WhatsApp. Grup ini beranggotakan 24 siswa-siswi kelas IX dari berbagai kelas, yang diberi nama "All Stars".

Kasus ini terbongkar saat pihak sekolah merazia handphone milik siswa. Berbagai percakapan tak senonoh, berbagi video porno hingga ajakan berbuat asusila dan tawuran, beredar di grup tersebut. Seperti di kutip dari Pikiran Rakyat.

Ada juga di Lampung, kasusnya tak jauh dari rusaknya remaja saat ini. Direktur Perkembangan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Dwi Hafsah Handayani mengungkap temuan mencengangkan. Ia menemukan satu SMP di Lampung, 12 siswinya hamil, terdiri dari kelas VII, VIII dan XI. Bahkan sekarang banyak pelajar SMA yang ke lokalisasi. 20 persen pekerja Seks adalah pelajar SMA. Di lansir dari TribunLampung co.id.

Kelompok LGBT menjadi sorotan dunia. Apalagi ada negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Bahkan di Indonesia sangat menjadi sorotan setelah putusan MK NO 46/PUU-XIV/2016, soal permohonan penafsiran atas norma tentang zina, pemerkosaan dan perbuatan cabul sebagaimana tertuang dalam pasal 284, 285, 292 KUHP.

Pada tahun 2017 Indonesia Police Watch (IPW) melalui Ketua Presidium nya Mita S  Pane, menyatakan bahwa remaja Indonesia terbelit persoalan seks bebas dan LGBT. IPW mencatat di sepanjang 2017 ada 170 bayi yang baru lahir dibuang. Menguatkan temuan IPW, Data National Programme Officer United Nations Population Fund, menunjukkan angka kehamilan yang memprihatinkan di kalangan remaja. Angka kehamilan pada remaja usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1.000 kehamilan. Data terakhir menunjukkan ada 1,7 juta remaja di bawah usia 24 tahun yang melahirkan setiap tahun.

Mirisnya Pergaulan Bebas.
Pergaulan bebas riskan terjadi terutama di lingkungan sekolah, kampus dan kosan. Sungguh kondisi ini menyebabkan kerugian terutama yang masih mengenyam pendidikan dan kondisi ini semakin meningkat. Sebelumnya banyak video porno yang bocor hingga di tonton anak-anak, tapi saat ini anak-anak tak lagi menonton namun mempraktekkannya bersama teman-temannya. Ini sudah menjadi tren di kalangan anak-anak dan remaja. Sebuah tren yang mengkhawatirkan. Naudzubillah.

Sungguh miris dengan adanya kasus ini. Pergaulan bebas yang tiada batas biang dari adanya seks bebas dan LGBT di kalangan remaja. Karena akan berpotensi menimbulkan ancaman Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Bila sudah seperti ini apa yang di harapkan dari remaja saat ini? Sedangkan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan melahirkan remaja-remaja tangguh di masa depan.

Maraknya pergaulan bebas akibat sistem sekular dan merebaknya media digital sebagai produk teknologi Barat telah melahirkan generasi yang rusak bagi masa kini dan masa mendatang. Sementara media digital hasil produk Barat merupakan "madaniyah" yang syarat dengan "hadhoroh Barat" terbukti sebagai mesin perusak dan penghancur generasi muslim.

Islam Sebagai Solusi Tuntas.
Perzinahan merupakan perbuatan dosa besar dalam pandangan Islam. Bahkan sekedar mendekati pun dilarang, seperti berkhalwat ( berdua-duaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram), seperti firman Allah SWT :

"Janganlah kalian mendekati zina. Sungguh zina itu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk". ( TQS. Al-Isra (17):32)

Media seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dll, satu alat yang bisa menghantarkan kepada kemaksiatan apabila digunakan tak bijak dan di salah gunakan oleh penggunanya, seperti yang sekarang ini menjadi bahan perbincangan yang menggegerkan dunia Maya yang berimbas pada dunia nyata.

Faktor utama yang bisa menyelamatkan remaja dari jerat pergaulan bebas dan media adalah dimulai dari keluarga. Orang tua harus menjalankan fungsinya sebagai ummun warobatul bait. Nilai-nilai keislaman harus selalu ditanamkan dalam keluarga agar tak terjerumus kepada kemaksiatan. Orang tua patut mewaspadai tontonan, bacaan, dan penggunaan gawai pada anak-anak. Nilai-nilai sekular- liberal harus dicampakkan. Ini salah satu pelaksanaan firman Allah:

" Hai orang-orang yang beriman peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari siksa api neraka". TQS. Al Tahrim (66):6.

Orang tua wajib menanamkan pemahaman pada anak remaja bahwa amal perbuatan mereka akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan  Allah. Karena itu mereka wajib menjaga diri dari perkara yang telah Allah haramkan.

Masyarakat pun berpengaruh terhadap pergaulan bebas dan media, mereka tak boleh membiarkan lingkungan tercemari kemaksiatan khususnya oleh kawula muda. Sikap cuek dari masyarakat terhadap kerusakan akhlak hanya akan menambah persoalan sosial dan mengundang murka Allah.
Nabi saw bersabda:

"Jika zina dan riba telah tersebar luas di satu negeri sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi mereka sendiri azab Allah." ( HR. Hakim ).
Oleh sebab itu lingkungan masyarakat pun harus turut berperan dalam menyelamatkan para remaja di lingkungannya.

Solusi sistem sekular - liberal tak akan mampu menyelesaikan masalah pergaulan bebas secara tuntas, bahkan bisa menjadi bom waktu masalah yang siap meledak untuk menghancurkan peradaban manusia.

Islam memiliki solusi tuntas untuk menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas dan mengelola media untuk penanaman aqidah, ketaatan terhadap Islam dan pencerdasan ummat tentang Islam sebagai ideologi.

Sudah saatnya kita kembali pada aturan-aturan Allah yang telah menjamin kebaikan dan keberkahan hidup. Sungguh hanya dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah, kehidupan dan kehormatan umat manusia akan terlindungi. Dan yang harus menerapkan syariat Islam di tengah-tengah masyarakat adalah negara.[MO/sr]

Posting Komentar