Oleh: Minah, S.Pd.I
"Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban"

mediaOposisi.com-Di zaman sekarang, banyak generasi muda berada di bawah ancaman. Temuan kasus pergaulan bebas antarpelajar hingga melakukan perzinaan tidak terhitung lagi jumlahnya. Hampir setiap hari memenuhi lini media masa.

Fakta-fakta pergaulan bebas, tawuran, narkoba di kalangan remaja yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan hari-hari yang menimpa umat. Ini sungguh sangat memprihatinkan.

Tidak dapat dipungkiri, Sebuah ide yang lahir dari paham sekuler, sistem yang memisahkan agama (baca: Islam) dari kehidupan. Paham yang menjadikan agama hanya sebatas ritual. Alergi dengan aturan agama dalam ranah kehidupan. Mirisnya, paham sesat ini justru telah menjangkiti umat Islam termasuk para remajanya.

Jadilah mayoritas remaja Islam hari ini mengalami krisis identitas. Kebanyakan remaja islam justru mengikuti gaya hidup bebas ala Barat. Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Tanpa memperhatikan halal dan haramnya.

Terpenting trendi dan dapat melambungkan eksistensi diri. Inilah yang dicari! Alhasil, kehidupan yang serba bebas tiada membawa maslahat. Sebaliknya, mudharat atau kerusakan silih berganti menerkam remaja Islam. Hidup tanpa aturan Sang Pencipta, Karena demikianlah hakikat kebebasan, ia adalah biang dari kebinasaan.

Oleh karena itu, untuk menghindari program Barat tersebut, harus segera kenali identitas diri. Tetapkan tujuan hidup agar arah hidup lebih jelas. Mari kembali renungkan, dari mana kita berasal, untuk apa kita diciptakan dan mau ke mana kita setelah mati. Islam menjelaskan dengan gamblang bahwa kita berasal dari Allah subhanahu wa ta'aala.

 Allah subhanahu wa ta'ala sebagai Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah subhanahu wa ta'ala yang harus kita taati. Maka tujuan dari hidup kita tidak lain adalah untuk beribadah pada-Nya.

Segala perbuatan harus mengikuti petunjuk Allah subhanahu wa ta'ala itulah yang disebut ibadah. Sebagaimana firman Allah,

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat:56).

Selanjutnya ketika mati, kita akan kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita di dunia. Semua amal perbuatan akan dihisab oleh Allah. Jika kita benar-benar beriman kepada Allah, menjalankan semua aturan dari Allah, maka balasannya adalah surga.

Namun, jika kita melanggar, sudah pasti balasannya neraka. Inilah aqidah Islam, identitas bagi remaja Muslim. Dengannya akan terbentuk kepribadian Islam. Hal ini dapat diperoleh dengan mengkaji, mendakwahkan, serta menerapkan Islam dalam kehidupan. MasyaaAllah

Oleh karena itu, Kehidupan masyarakat kapitalis ini harus secepat mungkin diubah dengan model kehidupan Islam. Islam akan menyelamatkan generasi. Yakni Islam sebagai sebuah ideologi, yang nantinya akan melindungi umatnya dengan penerapan aqidah dan syariatnya.[MO/an]

Posting Komentar