Oleh : Nazwar Syarif 

Mediaoposisi.com-Pada hari santri nasional dicederai dengan pembakaran bendera tauhid  oleh oknum-oknum banser sama halnya mereka menolak kalimat tauhid, menantang adzab Allah, membuat marah  dan murka umat muslim di Indonesia bahkan seluruh dunia.

Bendera tauhid berwarna hitam yang diklaim sebagai benderanya ormas dan kelompok dakwah tertentu itu adalah anggapan yang salah. Karena bendera itu adalah bendera milik umat muslim dengan sebutan Ar-Roya sebagaimana hadist Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam, "Bendera (liwa) Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam berwarna putih, dan panjinya (rayah) berwarna hitam.” (HR. Al-Hakim, al-Baghawi, al-Tirmidzi. Lafal al-Hakim)

"Panjinya (raya) Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam berwarna hitam, dan benderanya (liwa’) berwarna putih, tertulis di dalamnya: “La ilaha illallah Muhammad Rasulullah”. (HR. Al-Thabrani) dari hadist Shohih ini jadi jelas bahwa Ar-roya dan Al-liwa itu milik umat muslim bukan milik kelompok atau ormas tertentu. 

Penistaan kepada agama Islam dengan membakar panji Ar-Roya padahal didalamnya terdapat dua kalimat syahadat dimana pada kalimat ini kita ingin mati dan hidup dengan mengucapkannya dan mengimaninya.

Jadi sangat jelaslah umat muslim yang memiliki iman marah dan murka dengan dibakarnya panji Ar-Roya karena menantang adzab Allah dan membangkitkan ghirah umat muslim. Sungguh yang dilakukan oleh oknum-oknum banser sesuatu perbuatan yang dungu, bodoh dan jahil karena mencederai hati umat muslim . 

Ingat satu Ar-Roya kau bakar, kami akan kibarkan jutaan Ar-Roya diseluruh negeri bahkan diseluruh dunia. 

Jika ada muslim yang membenci kalimat tauhid bahkan sampai membakarnya mereka termasuk golongan kafir, munafik dan jahil.

Semoga Allah membukakan pintu hidayah bagi mereka agar mereka menjadi pembela dan pejuang Islam sebagaimana halnya Umar Bin Khatab yang ingin membunuh Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam tapi Allah berikan hidayah dan menjadi sahabat dan pembela Rasulullah. Wallahu A'lam. [MO/dr] 

Posting Komentar