Mediaoposisi.com-Sejak di tetapkanya  Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin, dan 7 orang lainnya terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta membuat Bos besar Meikarta James Riady juga tidak lepas dari oprasi KPK.

Mengutip detikcom, kemarin KPK melakukan penggeledahan disejumlah tempat, termasuk kediaman James Riady. Penggeledahan ini terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta.

"Setelah lakukan penggeledahan di 5 lokasi sejak Rabu siang sampai tengah malam tadi, penyidik melanjutkan kegiatan tersebut ke 5 tempat lain hingga pagi ini, yaitu apartemen Trivium Terrace, rumah James Riady, Dinas PUPR (Pemkab Bekasi), Dinas LH (Pemkab Bekasi), Dinas Damkar (Pemkab Bekasi)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (18/10/2018) seperti dikutip dari detikcom.

Penggeledahan Rumah kediman Bos besar Meikarta membuat saham Meikarta kian berguguran apalagi kalau tidak karena reputasi atau image.

Harga saham Lippo Karawaci Tbk (LPKR) anjlok 4,17% menjadi Rp 276 per saham. LPKR telah diperdagangkan sebanyak 436 kali dengan volume 28,12 juta lembar saham. Total transaksinya Rp 8,2 miliar.

Harga saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) turun 1,88% menjadi Rp 1.305 per saham. LPCK telah diperdagangkan sebanyak 217 kali dengan volume 1,39 juta lembar saham. Total transaksinya Rp 1,8 miliar.

Tidak diragukan lagi para investor mulai khawatir akan keuntungan nilai saham yang di dapat jika mereka tetap memilih  Lippo sebagai tempat investasi [MO/an]



Posting Komentar