Oleh: Sitti Sarni, S.P 
(Aktivis Pemerhati Mahasiswa)

Mediaoposisi.com-Lagi-lagi rezim ini sudah memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap ummat islam. Tidak berhenti dengan persekusi terhadap para ulama seperti Habib Rizieq, Gus Nur, Alvian Tanjung, kini aktivis muslim jadi korban kekerasan oknum penguasa (Media oposisi.com).

Pada tanggal 18 Oktober 2018 Gema Pembebasan Sultra mengadakan aksi damai yang mengkritisi kenaikan BBM dan Dolar. Aksi damai mahasiswa Sultra yang Di adakan didepan gedung MTQ yang menuntut terkait janji-janji Jokowi yang belum ditepati. Namun miris aksi damai mahasiswa Sultra dibalas dengan pukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian polres Kota Kendari. Ada dua korban kekerasan yaitu Hikmah Sanggala dan Supriadi (Media oposisi.com).

Adilkah Hukum Sekarang ?
Indonesia yang katanya Negara yang berlandaskan hukum, akan tetapi hukum itu berpihak kepada penguasa-penguasa yang bermodal saja. Hukum bukan lagi panglima,hokum hanyalah prajurit biasa yang harus tunduk pada kekuasaan dan panglima politik di negeri ini.

Apakah Gema Pembebasan Sultra akan berhenti memperjuangkan islam karena adanya kekerasan ini ?
Apakah Gema Pembebasan akan berhenti mengkritisi pemerintah yang dzolim ?
Tentu ini asumsi yang salah. Apa yang dilakukan oleh oknum kepolisian membenarkan bahwa rezim sekarang adalah rezim yang panik dengan adanya kritikan aktivis islam.

Lanjutkan Perjuangan
Dakwah tetap dilanjutkan, kerena dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dakwah adalah perintah ALLAH SWT dan Rasulnya, maka dari itu wahai pejuang-pejuang islam adanya pembungkaman dan kekerasan ini dakwah tetap dilanjutkan. Karena setiap muslim sudah sudah mempunyai Surat Izin Dakwah (SID) dari ALLAH SWT sang pemilik kehidupan, alam semesta dan manusia. Pengemban dakwah adalah orang telah melihat kampung surga, meski tabir kematian terhampar luas dihadapanya.

Pengemban dakwah hanya memburu ridho ALLAH SWT dan jannah-Nya, tidak akan gegap gempita karena pujian, tidak pula bersedih atas celaan. Pengemban dakwah akan tetap membusungkan dada, melakukan penentangan terbuka pada segala bentuk kedzaliman, menolak tunduk pada kekufuran dan hanya berserah diri pada Dzat yang menguasai alam semesta, manusia dan hidup.

Inilah jalan yang kita pilih, tetap berada dibarisan dakwah warisan Rasulullah SAW. Rasul dan Sahabat juga mendapatkan tantangan begitupun saudara-saudara gema pembebasan. Sebagaimana yang dialami oleh keluarga Yasir ra disiksa dengan siksaan yang sangat pedih. Istri Yasir, Sumayah menjadi syahidah pertama dalam dakwah islam.

Abu Bakar ra pun pernah dipukuli hingga wajahnya babak belur karena seruan dakwahnya dihadapan orang banyak disamping Kabah. Rasulullah SAW sendiri pernah disiram dengan kotoran binatang,diludahi dan diperlakukan dengan perlakuan buruk lainnya. Berbagai jenis perlakuan buruk dan siksaan ditimpakan atas kaum Muslim. Semua itu dilakukan untuk memalingkan kaum muslim dari agama mereka. Inilah yang dinyatakan oleh ALLAH SWT dalam firmannya.

Artinya: "Orang-orang kafir tidak pernah berhenti memerangi kalian hingga mereka mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) seandainya mereka mampu" (TQS al-Baqarah [2]:217). [MO/sr]

Posting Komentar